BETANEWS.ID, SEMARANG – Minyak jelantah jadi salah satu limbah rumah tangga yang tidak banyak dimanfaatkan ulang oleh masyarakat. Namun, oleh Komunitas Bank Sampah Resik Becik (BSRB) Kota Semarang, kini minyak jelantah bisa ditukarkan dengan emas. Sontak saja, Inovasi ini menarik minat banyak orang untuk ikut bergabung.
Pendiri BSRB, Ika Yudha mengatakan, penukaran minyak jelantah bekas dengan emas merupakan respon dari komunitasnya setelah lama pemasukannya berkurang selama pandemi. Apalagi, minyak jelantah ini jadi limbah yang sulit dibuang dan akan mencemari sungai jika dibuang ke aliran air.
“Kita selama pandemi juga sudah mencoba membuat masker dari bahan bekas, namun kurang maksimal. Akhirnya kita membuat trobosan ini,” jelasnya saat ditemui Jalan Cokrokembang No 11, Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Rabu (10/11/2021).
Untuk penukaran minyak jelantah dengan emas, pihaknya bekerja sama dengan salah satu distributor emas legal di Indonesia yaitu Eoa Gold.
Syaratnya, lanjut dia, warga tinggal mengumpulkan jelantah sebanyak lima botol berukuran 1,5 liter untuk bisa mendapatkan emas seberat 0,02 gram.
“Kemarin sudah coba bicara sama warga terkait program ini, ibu-ibu langsung tertarik,” ucapnya.
Selain itu, dia juga mempunyai program Jogo Tonggo yang mempunyai semangat gotong royong membantu sesama selama pandemi. Gerakan tersebut juga masih berkutat dengan sampah rumah tangga.
“Kita bekerja sama dengan Gerakan Senang Sedekah (GSS) Semarang,” terangnya.
Baca juga: Semarang Punya WC Umum Terbaik di Indonesia, Bisa Ubah Tinja jadi Biogas untuk Masak
Dia menambahkan, bentuk kerja samanya nggak jauh dari dari tukar-menukar sampah. Dengan mengumpulkan sampah, lanjutnya, warga bisa memperoleh paket berisi sembako.
Pada satu sisi, gerakan ini membantu meringankan beban warga. Sisi lainnya, mereka juga mampu mengurangi tumpukan sampah warga.
“Usaha untuk mendapatkan paket sembako ini nggak sulit, kok, mengingat sampah masih banyak berserak,” tandas dia.
Editor: Ahmad Muhlisin

