31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Begini Alur Pembuatan Kaki dan Tangan Palsu yang Ditanggung BPJS di RSUD Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Penyandang disabilitas di Kabupaten Kudus menyambut dengan gembira peluncuran layanan pembuatan kaki dan tangan palsu di  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi. Pasalnya, layanan itu bisa ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus Abdul Aziz Achyar menjelaskan, alur pengajuan pembuatan kaki palsu dan tangan palsu ini sangat mudah. Pertama-tama, pasien bisa langsung datang ke resepsionis dan menjelaskan keperluannya. Bila memang memungkinkan untuk mendapatkan pelayanan, pasien akan dibawa ke ruang periksa dokter.

“Tentunya untuk kondisi medisnya dicek dulu. Serta diukur panjang kaki atau tangannya. Prosesnya butuh sekitar 1,5 bulan,” katanya, Jumat (12/11/2021).

-Advertisement-

Baca juga: RSUD Kudus Layani Pembuatan Kaki dan Tangan Palsu, Satu-satunya di Eks Karesidenan Pati

Aziz juga mengiyakan bahwa biaya pembuatan kaki palsu maupun tangan palsu ditanggung BPJS Kesehatan. Di mana pihak rumah sakit belum menentukan tarif pasti untuk mereka yang tidak ditanggung BPJS mendapatkan pelayanan kaki palsu dan tangan palsu.

“Biayanya dari BPJS. Untuk masyarakat non-BPJS kita belum menentukan tarifnya,” ungkap Aziz.

Untuk saat ini, hal terpenting menurut Aziz adalah kemudahan membuat kaki palsu yang tak perlu datang ke Solo lagi.

“Harapan kami ini bisa membackup wilayah eks Karesidenan Pati untuk memberikan layanan kepada masyarakat bahwa ada banyak kekurangan marilah kita perbaiki,” tutupnya.

Salah satu pembuat kaki palsu, Suprapto (56) berterima kasih atas dibuatkannya kaki palsu untuk dirinya. Ia yang sebelumnya harus pasrah karena kakinya diamputasi, kini bisa kembali berjalan.

“Awal mendapat kaki palsu ini saya nyaman. Mudah-mudahan bisa dibuat untuk bekerja kembali seperti sedia kala,” ungkap warga Desa Klagen, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora itu.

Baca juga: RSUD Kudus Launching Pelayanan 5 Menit Manuto Yo Mas, Hartopo: ‘Jangan Dibully’

Suprapto menceritakan, kakinya terpaksa diamputasi setelah kakinya melepuh dan tak bisa diselamatkan lagi. Musibah itu datang saat dirinya sedang memberi makan ayam dan tak sengaja menginjak paku. Saat diperiksakan ke rumah sakit Cepu, kakinya harus diamputasi, karena kakinya terlanjur bengkak ditambah ia memiliki gula darah tinggi.

Ia pun dirujuk ke RS Karyadi Semarang untuk menjalani proses amputasi. Setelah selesai, ia hanya bisa menerima kenyataan dan kembali ke rumah sambil menjalani perawatan.

Namun, setelah beberapa saat, ia mendapat informasi dari salah satu rekannya yang bekerja di RSUD Kudus bahwa ada pelayanan pembuatan kaki palsu. Suprapto pun mengumpulkan persyaratan yang dibutuhkan untuk mendapatkan kaki palsu.

“Semua biaya di rumah sakit ditanggung BPJS. Saya berterima kasih kepada semua pihak RSUD dengan pelayanan dan kasihnya. Saya merasa dapat saudara lagi, dapat keluarga lagi dari RSUD,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER