31 C
Kudus
Senin, Oktober 25, 2021
spot_img
BerandaDaerahWabah di Grobogan...

Wabah di Grobogan Ini Bikin Ganjar Penasaran

BETANEWS.ID, GROBOGAN – Keberadaan Wabah di Jalan Banyuono II Purwodadi Grobogan mengundang penasaran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Di sela kunjungannya ke kabupaten yang dipimpin Sri Sumarni itu, Ganjar menyempatkan mampir untuk melihat langsung keberadaannya.

Wabah yang memenuhi rumah Yusnan Iguna (31) itu ternyata bukan lah penyakit. Wabah itu adalah kepanjangan wayang limbah yang terbuat dari limbah rumah tangga, seperti botol plastik, plastik bungkus makanan, dan kain perca.

Wayang limbah buatan Yusnan yang terbuat dari limbah rumah tangga. Foto: Ist.

“Ini namanya Wabah Pak, wayang limbah. Ini tercipta kebetulan saat wabah Corona muncul,” kata Yusnan pada Ganjar, Rabu (13/10/2021).

- Ads Banner -

Kepada Ganjar, Yusnan mengaku senang dengan dunia wayang. Pria asli Tegal itu memang mengidolakan Ki Enthus, dalang kondang asal Tegal yang sudah mangkat.

Baca juga: Warga di Desa Ini Bayar Pajak Kendaraan Bisa Ngutang, Boleh Dicicil Tiga Bulan

“Saya suka wayang, Pak, tapi kalau beli kan mahal. Jadi saya buat sendiri. Awalnya saya buat dari bambu. Kemudian tertarik membuat dari limbah. Ternyata jadi dan saya teruskan,” jelasnya.

Selain untuk kesenian, Yusnan ingin berpartisipasi dalam rangka kampanye lingkungan. Dengan pemanfaatan limbah plastik, maka ia bisa mengurangi dampak lingkungan yang disebabkan oleh limbah terbesar rumah tangga itu.

Berbagai jenis dan karakter wayang sudah ia buat. Ada wayang replika Ki Enthus dan replika lain. Sebenarnya, sudah lama Yusnan ingin membuat wayang replika Ganjar. Namun, ia tidak berani sebelum meminta izin dari Ganjar.

“Kalau diperbolehkan, Pak, saya buat wayang karakter Pak Ganjar. Sejak dulu saya pengen, tapi takut kalau tidak minta izin dulu. Apalagi kalau nanti jadinya kurang bagus,” jelasnya.

Tanpa pikir panjang, Ganjar langsung mengiyakan. Ia mengizinkan Yusnan membuat karakter wayang limbah yang mirip dengannya.

Baca juga: Bus Trans Jateng Semarang-Godong Mulai Beroperasi Hari Ini

“Boleh, ndak persis saja ndak papa. Wis ora penting buat saya. Mungkin ada orang tersinggung kalau tidak mirip atau jelek. Buat saya ndak papa. Yang penting njenengan bisa terus berkreasi dan menggunakan media ini untuk menyampaikan pesan-pesan pada masyarakat,” kata Ganjar.

Ganjar mengusulkan Yusnan terus meningkatkan kreasinya membuat wayang golek dari limbah itu. Menurutnya, ide itu kreatif dan sangat menginspirasi.

Design dan bentuknya diperbaiki agar lebih menarik. Selain itu, njenengan buat konten-konten edukasi masyarakat dengan wayang ini. Buat karyanya yang menarik, kemudian diposting di media sosial. Bisa YouTube, IG, twitter dan lainnya. Pasti menarik,” ucapnya.

Ganjar juga meminta Yusnan bertingkah beda dengan dalang lainnya. Ia harus nyleneh dan tidak takut berinovasi.

“Agak nyleneh ndak papa, memang harus nyleneh sekarang, supaya berbeda. Jadikan media ini sebagai alat menyampaikan informasi dan edukasi. Bisa soal lingkungan, kebersihan, pengelolaan sampah, Covid-19, soal bencana dan lainnya. Harus bisa mengena ke anak-anak muda,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,023PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
62,220PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler