BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus membuat inovasi dalam pengenalan sejarah tentang perkembangan kretek di Kabupaten Kudus.
Dengan menggandeng Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah, Disbudpar mengadakan program Museum Kretek Keliling ke sekolah-sekolah tingkat SMA.

Baca juga : Museum Kretek Keliling Disebut Bisa Jadi Cakrawala Baru Bagi Pelajar
Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya Kudus Yusron menerangkan, kegiatan Museum Kretek Keliling ini dilakukan di sembilan sekolah. Di antaranya SMA 1 Bae, SMA 1 Gebog, SMA 2 Bae, SMA Hasyim Asy’ari, SMA Al-Ma’ruf, SMA Banat, SMA 2 Kudus, SMA 1 Kudus dan MA Mualimat.
“Sebenarnya kami ingin semua sekolah diberikan edukasi ini, tetapi karena keterbatasan hari, jadi kami hanya memilih beberapa dulu untuk saat ini,” ucapnya.
Kemudian untuk tujuannya sendiri, lanjut Yusron, adalah untuk memberikan edukasi yang baru di masa pandemi dan sebagai ajang promosi kepada siswa di luar kota.
“Dalam kegiatan ini, kami mempunyai tujuan untuk memberikan edukasi, agar sejarah unik Kudus ini tidak punah, dan generasi muda bisa meneruskannya. Kemudian ini juga sebagai ajang promosi, karena ada beberapa sekolah yang mempunyai siswa dari luar kota,” jelasnya, Sabtu (9/10/2021).
Sementara itu, Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Jawa Tengah Jupriyono menjelaskan, dalam kegiatan ini, masing-masing narasumber memberikan edukasi seputar Museum Kretek. Yakni mengenalkan barang peninggalan Nitisemito dan biografi tokoh Nitisemito. Begitu juga dengan perkembagan kretek di Kudus.
“Setiap kegiatan kita juga menyampaikan koleksi-koleksi Nitisemito yang ada di museum. Di antaranya, sepeda, wadah rokok, kaver kereta api, bolfoin, dokumen dan foto aktivitas keseharian Nitisemito,” tambahnya.
Baca juga : Kepala SMAN 2 Bae Sebut Museum Kretek Keliling Bisa Jadi Alternatif Belajar Sejarah
Selain mengenalkan tentang peninggalan Nitisemito, para narumber juga memberikan bagaimana etos kerja yang diterapkan oleh Nitisemito dalam menjalankan bisnis kretek dari nol sampai besar dan dapat mencapai pasar nasional hingga internasional.
“Kami juga menerangkan tentang etos kerja Nitisemito kepada anak-anak, agar bisa dicontoh. Seperti bagaimana kiat beliau hingga usahanya menjadi berkembang. Salah satunya beliau terbuka dengan kritik saran, sehingga menjadi produk yang berkualitas. Kemudian beliau juga menggunakan berbagai cara untuk melakukan promosi untuk memperkenalkan produk,” jelasnya.
Editor : Kholistiono

