BETANEWS.ID, SEMARANG – Matahari yang posisinya tepat di atas Pulau Jawa membuat Kota Semarang hari mengalami fenomena tanpa bayangan pada pukul 11.25 WIB. Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang Iis Widya Harmoko mengatakan, fenomena itu terjadi karena ada gerak semu matahari yang membuat posisinya berubah.
“Posisi matahari dari Bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5° LU sampai 23,5° LS,” jelasnya, Senin (11/10/2021).
Menurutnya, banyak warga tidak menyadari terjadinya fenomena hari tanpa bayangan karena hanya terjadi beberapa menit.
Baca juga: Spray Pendingin di Jalan Kota Semarang Viral di Media Sosial
Dia menjelaskan, pada tahun ini, matahari tepat berada di khatulistiwa pada 20 Maret 2021 pukul 16.37 WIB dan 23 September 2021 pukul 02.21 WIB.
“Pada 21 Juni 2021 pukul 10.32 WIB matahari berada di titik balik Utara dan pada 21 Desember 2021 pukul 22.59 WIB matahari berada di titik balik Selatan,” ujarnya.
Dia menyebut, fenomena hari tanpa bayangan merupakan kulminasi utama. Menurutnya, ada masa di mana matahari tepat berada di posisi paling tinggi.
“Ketika pergerakan semu matahari terjadi, ada masa di mana matahari tepat berada di posisi paling tinggi atau kulminasi,” ujarnya.
Menurutnya, wilayah Indonesia akan terjadi dua kali kulminasi dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat matahari berada di khatulistiwa.
Baca juga: Penurunan Tanah di Tambaklorok Disebut Sudah Sampai 30 Cm per Tahun
“Di kota-kota lain, kulminasi utama terjadi saat deklinasi matahari sama dengan lintang kota tersebut,” ungkapnya.
Dia menyebutkan, khusus untuk Kota Jakarta, fenomena ini terjadi pada 4 Maret 2021, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 12.04 WIB, dan pada 9 Oktober 2021, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 11.40 WIB.
“Ketika fenomena itu terjadi di Semarang pada Oktober, suhu udara juga terasa lebih panas dari bulan-bulan sebelumnya,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

