BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus mengadakan Festival Kopi Muria di Pijar Park, Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kudus. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, yakni pada 16-17 Oktober 2021.
Antono, Ketua Panitia Festival Kopi Muria mengatakan, kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya untuk mengenalkan brand Kopi Muria ke masyarakat luas.

Baca juga : Lewat Cupping Kopi, Komunitas Explore Kedai Ingin Naikkan Nama Kopi Muria
“Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi ajang promosi untuk mengenalkan Kopi Muria ke masyarakat luas. Karena 75 persen dari peserta berasal dari luar kota dan dari Kudus hanya 25 persen saja,” jelasnya, Sabtu (16/10/21).
Lanjutnya, dalam Festival Kopi Muria tersebut, ada beberapa kompetisi barista. Yaitu, kompetisi cupi tasters, latte art dan manual brewing.
Sementara itu, Bupati Kudus HM Hartopo menyampaikan, Kecamatan Dawe sudah terkenal dengan potensi kopi lokalnya yang berada di lereng Pegunungan Muria, sejak zaman Belanda.
Sehingga, diharapkan Festival Kopi Muria ini, mampu meningkatkan kreativitas para barista lokal Kudus, agar semakin berinovasi dan bisa mengangkat Kopi Muria sebagai kearifan lokal.
“Bisa dibilang ini salah satu inovasi jangka panjang. Dengan festival ini, bisa menjadikan studi banding barista lokal. Sehingga bisa terus berinovasi dengan mengangkat potensi kopi lokal,” ucapnya.
Hartopo juga mengatakan, pemkab akan terus membantu pemasaran Kopi Muria yang merupakan hasil petani lokal yang ada di lereng Gunung Muria.
Baca juga : Punya Ciri Khas, Kopi Muria Akan Dimasukkan dalam Ensiklopedi Kopi Indonesia
Sementara, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Mutrikah mengatakan, Festival Kopi Muria ini digelar untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang potensi Kopi Muria. Apalagi, para petani kopi saat ini semakin semangat untuk menghasilkan biji kopi dengan kualitas terbaik.
“Tentunya kegiatan ini bisa meningkatkan promosi Kopi Muria. Selain itu, kegiatan ini dapat memulihkan ekonomi nasional dengan mengangkat potensi kearifan lokal yang ada,” ungkapnya.
Editor : Kholistiono

