BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang mengakui, jika mengontrol siswa terkait protokol kesehatan saat melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bukan hal yang mudah untuk dilakukan.
Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G. Rahayu mengatakan, meski sudah dilakukan sosialisasi sebelum dilaksanakan PTM, mengatur siswa agar taat pada protokol kesehatan tak mudah.
Baca juga : Dapati Siswa Berkerumun, Ganjar Ancam Tutup PTM di SMPN 33 Semarang Jika Tidak Dievaluasi
“Orang kan dari sekolah sudah diberikan sosialisasi, baik dari Dinas Pendidikan maupun dari Dinas Kesehatan. Tapi kan namanya anak-anak ya, agak susah,” jelasnya, Kamis (16/9/2021).
Untuk itu, dia berpesan kepada para guru untuk tak lelah mengingatkan para siswa yang tak mentaati protokol kesehatan ketika mengikuti PTM di sekolah.
“Makanya memang kami mohon kepada para bapak dan ibu guru, dari guru-guru BK, agar jangan capek untuk mengingatkan anak-anak,” katanya.
Meski demikian, dia memaklumi, karena para siswa sudah tak bertemu temannya di sekolah selama satu tahun lebih. Sehingga menimbulkan euforia yang berlebihan hingga lupa protokol kesehatan.
“Kita juga pasti memaklumi, namanya anak-anak ketemu temannya yang setahun lebih enggak ketemu. Atau mungkin baru kenalan baru, sehingga ini namanya euforianya anak -anak” paparnya.
Baca juga : Hendi Klaim PTM Hari Pertama di Semarang Terkendali
Dia memastikan, Dinas Pendidikan bakal selalu memonitor ketika ada kerumunan ketika siswa sedang istirahat atau kegiatan-kegiatan yang lainnya.
“Tapi mungkin kalau di kelas sudah ada prokes. Ketika ketemu di luar, ya namanya anak-anak,” paparnya.
Editor : Kholistiono

