31 C
Kudus
Selasa, September 21, 2021
spot_img
BerandaKisahSiapa Sangka, Penjual...

Siapa Sangka, Penjual Semangka Pinggir Jalan Ini Merupakan Atlet Lari yang Miliki Segudang Prestasi

BETANEWS.ID, KUDUS – Di sebelah jembatan yang menghubungkan antara Desa Pedawang dan Desa Dersalam, Kudus, terlihat lapak penjualan semangka. Seorang pria di sana tampak dengan ramah melayani pembeli yang datang. Pria tersebut adalah Wiendha Kurnia Pranata (27), atlet lari yang kini berjualan semangka.

Wiendha begitu ia akrab disapa, bersedia berbagi kisahnya kepada betanews.id. Dia mengatakan, sejak masih duduk di sekolah dasar (SD), ia sudah menekuni olahraga lari hingga dipercaya mewakili Kabupaten Pati di tingkat provinsi, bahkan nasional. Dengan pencapaiannya itu ia sudah pernah menyabet beberapa kejuaraan pada ajang Popda, bahkan sampai nasional.

Baca juga : Beli Semangka di Sini Ada Garansi Uang Kembali 100 Persen

- Ads Banner -

“Kalau kota kelahiran saya sebenarnya Pati dan menikah dapat orang sini (Kudus). Hingga saat ini, saya masih dipercaya Kabupaten Pati sebagai atlet lari sampai 2022 untuk ajang Porprov” beber Wiendha, Senin (30/8/2021).

Sebelum menekuni bisnis semangka, katanya, ia juga pernah menjadi guru di SMK Pati selama dua tahun. Kemudian ia tidak meneruskan pekerjaan sebagai guru, lantaran ia lebih memilih berjualan semangka. Menurutnya, berjualan semangka lebih bebas dan tanpa tekanan dari siapapun. Sedangkan, dari hasilnya juga lebih banyak sebagai wirausahawan.

Dia menjelaskan, karena sedari kecil daerah yang ia tempati menjadi pemasok semangka yang paling enak dan manis, ia mencoba dan belajar nebas juga berjualan semangka dari orang tuanya. Hingga kini ia sudah dua tahun menekuni usaha tersebut, yang ia rintis sebelum pandemi.

Baca juga : Nekat Jual Motor untuk Modal, Lastri Kini Sukses Jual Semangka yang Laku 3,5 Ton Sehari

“Di desa asal saya merupakan penghasil semangka terbaik dan enak dibandingkan dengan yang lainnya. Sementara, orang tua saya dari dulu menjadi petani dan juga penebas, kemudian saya belajar banyak dari beliau. Sampai hingga kini, kita berjalan bersama dalam usaha penjualan semangka ini. Saya di sini, kemudian bapak di Pati ,” Katanya di lapak yang buka mulai pukul 9.00 hingga pukul 17.30 WIB itu.

Ia berharap, suatu saat jika ia sudah memiliki tambahan modal, akan membuka lapak di daerah lain dan ingin mengembangkan usaha yang kini ia jalani.

Editor : Kholistiono

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler