31 C
Kudus
Rabu, September 22, 2021
spot_img
BerandaKUDUSSambut HUT Kudus,...

Sambut HUT Kudus, Dalang Cilik Meriahkan Pentas Wayang Kulit Secara Virtual

BETANEWS. ID, KUDUS – Beberapa kegiatan akan menyemarakkan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-472 Kudus. Salah satunya adalah pentas wayang kulit yang digelar secara virtual.

Kegiatan yang digelar di Taman Budaya Kudus, Desa Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus itu, tampak menampilkan dalang cilik, yakni Jadug Wisnu Satoto (13) siswa kelas 1 SMPN 1 Bae Kudus.

Jadug, Dalang Cilik yang merupakan siswa SMP 1 Bae ini tampil secara virtual dalam rangka menyambut HUT Kudus. Foto: Nila Rustiyani.

Baca juga : 472 Tumpeng Bakal Warnai Hari Jadi Kabupaten Kudus

- Ads Banner -

“Dalam pentas wayang kulit ini, kita berupaya berkolaborasi dengan dalang cilik. Hari ini dia memainkan satu lakon, judulnya Gatotkaca Winisuda. Lakon ini, sesuai dengan Hari Jadi Kudus, yang diharapkan Kudus ke depan jauh lebih baik,” kata Kasi Sentaradasa Disbudpar Kudus Bambang Widiharto, Selasa (14/9/2021).

Dengan menggandeng dalang cilik , menurutnya, hal itu sebagai salah satu upaya Disbudpar Kudus melakukan pembinaan. Yakni, untuk menumbuhkan regenerasi, terutama dalam pembinaan dalang. Agar nantinya muncul banyak dalang cilik yang lain.

Dalang cilik di Kabupaten Kudus sendiri, beber Bambang, masih terbilang sedikit. Ada sekitar 5 orang yang belajar tentang dalang di bawah bimbingan Sanggar Seni Widada Laras Kudus.

Sementara itu, Pembina Sanggar Widada Laras Wahyu Tulus Widodo mengatakan, demi mencetak generasi dalang yang kompeten, sanggar diminta untuk membantu Disbudpar mencetak seniman baru di Kabupaten Kudus.

“Alhamdulillah atas bimbingan Sanggar Seni Widada Laras bisa menorehkan penerus dalang. Ada 5 orang. Yang hari ini tampil adalah perwakilan dari sanggar, atas arahan dari Disbudpar. Jadi ini murni program Disbudpar,” terang lelaki yang sering disapa Tulus tersebut.

Tulus yang juga merupakan ayah dari dalang cilik Jadug, menceritakan, bahwa kemampuan mendalang merupakan warisan turun-temurun. Jadug yang merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara tersebut tertarik menjadi dalang sejak masih duduk di bangku TK.

Atas keahliannya mendalang, kini Jadug pun mulai tampil dan disaksikan oleh banyak pasang mata. Meski secara virtual.

“Jadug sudah mulai belajar mendalang sejak TK. Tapi karena belum bisa membaca secara lancar, jadi berhenti dulu ketika itu. Modal utama mendalang itu Titi Laras atau nada. Jadi waktu itu dia belum bisa. Tapi sekarang, secara kilat, sekitar 6 bulan belajar intensif, akhirnya dia (Jadug) bisa tampil,” jelasnya.

Baca juga : Pakai Seragam Pejuang, Komunitas Sepeda Tua di Kudus Gelar Upacara HUT ke-76 RI

Sedangkan Jadug mengatakan, dalang yang paling disukai adalah Almarhum Ki Manteb Sudarsono dan Ki Bayu Aji.

“Kalau tokoh wayang yang paling disukai itu Gatotkaca. Karena dia pendiam dan baik,” ceritanya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler