Dimulai dari Kebun Tebu

Mengapa Freire memilih masyarakat di perkebunan tebu sebagai sasaran pertama program pemerdekaan pendidikan? Tebu adalah komoditas utama pertanian di Brasil setelah Portugis memperkenalkan tanaman ini untuk pertama kali pada 1532 dan mengekspor gula sebagai hasil olahannya ke Eropa. Freire sangat paham perubahan sosial dan karena itu ia memulainya dari problem dasar pendidikan di komunitas masyarakat pertanian yang menjadi pilihan utama negeri itu.

Petani tebu, sebagaimana keadaannya di Indonesia di era kolonial Belanda, adalah masyarakat yang miskin dan buta huruf. Freire mengubah cara pandang petani yang miskin dan bergantung itu melalui pendidikan. Secara perlahan Freire berhasil membentuk masyarakat yang kritis terhadap keadaan. Sayang, kudeta militer yang didukung Amerika Serikat pada 1964 berhasil menggulingkan Presiden “Jango” dan mengakhiri revolusi pendidikan yang dilakukan Freire.

Freire dihasut sebagai penyebar paham sosialis-komunis China yang membahayakan pemerintahan baru. Ia dipenjara selama 70 hari dan mengasingkan diri di Bolivia, lalu pindah ke Chili membangun gerakan agraria selama lima tahun.

Inovasi dan Revitaslisasi

- advertisement -

Dalam situasi politik yang nasih bergolak, Brasil masih sempat membangun industri gula dengan arah yang benar. Industri pengolahan gula direvitalisasi dan mampu menjaga posisi eksportir gula dunia terbesar sampai hari ini. Surplus produksi gula selanjutnya diolah secara inovatif menjadi bio-etanol untuk bahan bakar kendaraan pengganti bensin.

Upaya itu telah dirintis sejak akhir 1920-an. Sudah lebih dari 30 tahun Brasil sukses menjaga posisinya sebagai pemasok 30% kebutuhan bio-etanol di dunia. Untuk menjaga kemandirian energi di tengah harga minyak bumi yang melambung, Brasil sampai mewajibkan penggunaan 25% bio-etanol di pom-pom bensin dan berhasil mengefisiensikan devisa sangat berarti bagi negeri itu.

Keterpurukan Pabrik Gula di Indonesia

Keadaan berbalik terjadi di Indonesia. Pada era kolonial, Nusantara berhasil menduduki posisi kedua terbesar eskportir gula di dunia setelah Kuba. Dengan 179 pabrik gula saat itu, kini tersisa tinggal 48 dan telah mengubah negeri ini menjadi importir gula terbesar di dunia. Ratusan pabrik gula kapasitas produksi 3000 TCD (ton tebu perhari) ditutup, karena dianggap tidak efisien.

Revitalisasi pabrik dan inovasi teknologi tidak berlangsung secara mulus sejak dilakukan nasionalisasi pabrik gula tahun 1957. Para ahli mesin turunan Belanda dikembalikan ke negerinya dan penanganan pabrik gula dikelola secara serampangan oleh jendral-jendral militer saat itu. Cara penanganan yang telah membuat Hatta mengritik keras.

Sejarawan Anhar Gonggong menyebutkan, nasionalisasi tidak diimbangi dengan kesiapan manajemen dan sumberdaya manusia yang kompeten. “Pada saat Presiden Soekarno mengampanyekan nasionalisasi aset Belanda di Sidang Umum PBB 1957, yang mengambil alih justru tentara. Bukan orang di bidangnya,” katanya.

Produksi gula terus menurun dan sepuluh tahun sejak nasionalisasi, Presiden Soeharto mulai membuka kran import gula untuk kebutuhan nasional pada 1967. Kini import gula mencapai 4,2 juta ton pertahun, karena produksi nasional hanya bisa memasok 2,1 juta ton dari total kebutuhan gula nasional mencapai 6,3 juta ton pertahun.

Banyak ahli mengamini penutupan pabrik gula dan seolah tidak ada yang salah dalam kebijakan ini. Sulit menyatakan itu bukan kebijakan yang anomali, karena di sebaliknya industri swasta justru tumbuh sangat pesat. Jumlah pabrik gula swasta pada 2019 sekitar 17 pabrik dan akan ada 12 pabrik yang akan didirikan.

Ada sebagian pabrik yang dibangun untuk memburu kuota import gula rafinasi, karena syarat import harus memiliki pabrik olahan gula. Pabrik harus beroperasi, tetapi petani belum siap memasok tebu sebesar kapasitas produksi pabrik gula. Untuk menyelamatkan produksi, dikeluarkan ketentuan import gula rafinasi. Ketentuan itu dituangkan dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 10 Tahun 2017 tentang Fasilitas Memperoleh Bahan Baku Dalam Rangka Pembangunan Industri Gula.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini