BETANEWS.ID, SEMARANG – Meski mengalami kemarau basah, terdapat beberapa daerah di Jawa Tengah yang mengalami kekeringan ekstrem. Berdasarkan data BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, lima daerah tersebut adalah Wonogiri, Purworejo, Magelang, Kendal, dan Rembang.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Semarang Sukasno mengatakan, kekeringan ekstrem terjadi saat suatu wilayah mengalami hari tanpa hujan selama lebih dari 60 hari berturut-turut.
“Wilayah dengan hari tanpa hujan kriteria kekeringan ekstrem terjadi di sebagian kecil Rembang dan Wonogiri,” jelasnya, Senin (6/9/2021).
Baca juga: Musim Kemarau tapi Jateng Masih Diguyur Hujan, Ternyata Ini Penyebabnya
Berdasarkan data BMKG, kekeringan ekstrem tersebut hanya terjadi di beberapa kecamatan di daerah tersebut. Seperti di Wonogiri, kekeringan ekstrem terjadi di Kecamatan Wuryantoro, Kedungguling, dan Giriwoyo. Sedangkan di Rembang hanya terjadi di sebagian kecil wilayahnya.
Namun, ia tidak memungkiri jika kekeringan pada kemarau basah ini terjadi di sebagian besar wilayah Jateng. Tingkat kekeringannya berbeda-beda sesuai panjang pendeknya hari tanpa hujan.
“Jumlah harinya berbeda-beda dengan kriteria menengah (11-20 hari) serta masih mengalami hujan,” paparnya.
Baca juga: Puncak Kemarau di Jateng Diprediksi Terjadi Akhir Bulan Ini
Di sisi lain, Kepala Data dan Informasi BMKG Ahmad Yani Semarang, Iis Widya Harmoko menambahkan, suhu yang terasa panas beberapa hari terakhir ini disebabkan karena fenomena gerak semu matahari yang rutin terjadi setiap tahun sekali.
“Ini fenomena biasa yang rutin terjadi setiap tahun. Jalur pergerakan matahari sedang bergeser dari utara ke arah selatan,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

