31 C
Kudus
Rabu, September 22, 2021
spot_img
BerandaKisahPernah Rugi Rp...

Pernah Rugi Rp 300 Juta di Awal Pandemi, Isnaini Buktikan Bisa Bangkit di Bisnis Roti

BETANEWS.ID, PATI – Tri Isnaeni (46) tampak telaten memasukkan adonan roti ke dalam loyang berbentuk persegi di rumah produksi yang berada Lingkungan Randukuning RT 03 RW 03, Kelurahan Pati Lor, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Setelah dirasa cukup, ia kemudian memasukkannya ke oven yang berada tak jauh darinya. Setelah itu, ia tampak berjalan pelan menemui para pekerjannya yang mempunyai kesibukan masing-masing.

Siang itu, mereka tampak sibuk mengerjakan pesanan roti yang kata Isnaini meningkat pesat dalam beberapa minggu ini. peningkatan penjualan itu ia rasakan sejak tokonya dikunjungi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 10 Agustus 2021 lalu.

Berbagai jenis roti yang dijual di Sari Rasa Bakery Pati milik Tri Isnaini. Foto: Kartika Wulandari.

Isnaini menceritakan, sebelum ramai seperti sekarang, usaha roti sejak 2008 itu ia rintis karena merasa gajinya sebagai distributor di salah satu perusahaan tak mencukupi untuk keluarganya. Makanya, setelah melahirkan anak ketiga, ia berpikir untuk mencoba usaha dan berhenti bekerja.

- Ads Banner -

Baca juga: Sejak Dipromosikan dan Diborong Ganjar, Penjualan Toko Roti Sari Rasa Meroket 70 Persen

“Jadi awalnya saya memutuskan keluar, karena saya pikir anak sudah 3. Kalau mengandalkan penghasilan dari bekerja pasti tidak cukup. Akhirnya saya memutuskan keluar dan mencoba usaha roti,” ujarnya, Kamis (02/9/2021).

Kemudian setelah usaha rotinya mulai berkembang, suaminya pun menyusul untuk keluar dari kerjaan dan membantu Isnaeni. Saat awal memulai usaha, ia menjual roti sus, donat, dan roti pisang dan coklat. Setelah itu, Isnaeni merambah ke roti hantaran, yang membuat bisnisnya makin melejit.

“Akhir 2010 penjualan sudah mulai bagus, karena waktu itu saya memproduksi roti hantaran. Dan dulu benar-benar banyak sekali peminatnya,” ucapnya.

Delapan tahun berjalan, Kini pilihan rotinya makin beragam, muali dari roti gulung keju, roti hantaran, roti sobek mini, bolu pandan, dan aneka menu katering.

“Selama 8 tahun ini pasti banyak ya kompetitornya. Tapi pokoknya saya selalu mengusahakan untuk mempertahan rasa dan kualitas,” beber Isnaini.

Baca juga: Kisah Anisa, Ibu Rumah Tangga yang Jalankan Bisnis Rumahan dengan Omzet Jutaan Rupiah

Setelah bergelut di dunia roti dan mengalami jatuh bangun merintis usaha. Isnaeni dan suami bisa merasakan hasilnya. Kini, mereka berdua sudah memiliki dua dapur produksi, satu toko roti, dan sudah berhasil menyekolahkan ketiga anaknya sampai perguruan tinggi.

Isnaeni mengungkapkan, karena pandemi, ia pernah mengalami kerugian hingga Rp 300 juta. Namun, ia tak pantang menyerah dan akhirnya ia bisa bertahan sampai sekarang. Bahkan, sejak didatangi dan dipromosikan Ganjar, penjualan rotinya melonjak tajam hingga 70 persen.

“Sebelum pandemi, saya bisa menerima 1.000 hingga 1.200 roti pesanan tiap hari. Tapi sejak pandemi, sehari dapat pesanan 300 saja sudah alhamdulillah. Barusejak didatangi Pak Ganjar, penjualan roti meningkat drastis,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler