31 C
Kudus
Rabu, Desember 8, 2021
spot_img
BerandaSEMARANGKorban Alami Trauma...

Korban Alami Trauma Berat Setelah Makanannya Dicampur Sperma oleh Dokter di Semarang

BETANEWS.ID, SEMARANG – Korban dari dokter di Semarang yang mencampurkan sperma ke makanan kini mengalami trauma berat. Bahkan, korban juga mengalami gangguan makan.

Pendamping hukum korban, Nia Lishayati mengatakan, dampak dari tindakan tersebut, korban mengalami trauma berat, gangguan makan, gangguan tidur, dan gangguan emosi.

“Sejak Desember 2020 sampai hari ini korban harus minum obat anti depresan yang diresepkan psikiatri,” jelasnya, Selasa (14/9/2021).

- Ads Banner -

Baca juga: Campurkan Sperma ke Makanan Istri Temannya, Dokter di Semarang Jadi Tersangka

Korban juga harus melakukan pemeriksaan dan mengkonsumsi obat antidepresan selama minimal beberapa bulan kedepan. Selain ke psikiatri, korban juga melakukan pemulihan psikologis ke psikolog.

Menurutnya, koban juga beresiko mengalami masalah kesehatan akibat mengkonsumsi sperma yang tidak seharusnya dikonsumsi oleh manusia.

“Cairan sperma tersebut bisa mengandung bakteri ataupun virus yang suatu saat nanti bisa menjadi penyakit atau menjadi pencetus suatu penyakit,” paparnya.

Dia menyebut jika dokter terebut sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di sebuah universitas di Semarang.

Kejadian tersebut diduga dilakukan sejak Oktober 2020. Korban curiga dengan tudung saji makanan miliknya yang selalu berubah posisi dan makanan berubah bentuk.

“Karena penasaran, korban berinisiatif untuk merekam kejadian di sekitar ruangan tersebut,” katanya.

Baca juga: Polda Jateng Temukan Produsen Ciu yang Diduga Cemari Bengawan Solo Tak Miliki IPAL

Menurutnya, tampak jelas di dalam video, ketika korban sedang mandi, pelaku mendekati ventilasi jendela kamar mandi korban.

“Kemudian pelaku melakukan onani dan mencampurkan spermanya ke makanan korban,” ucapnya.

Sebelumnya, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan,  saat ini tersangka DP sudah menjalani pemeriksaan di Ditkrimum Polda Jateng.

“Surat penyidikan dan penetapan tersangkanya sudah lengkap,” jelasnya beberapa waktu yang lalu.

Menurut Iqbal, perbuatan tidak terpuji itu dilaporkan seorang ibu rumah tangga berinisial DI. Perempuan 31 tahun itu diketahui tinggal satu kontrakan dengan dokter DP wilayah Gajahmungkur, Semarang.

“Suami korban adalah sejawat DP dalam menempuh pendidikan dokter spesialis (PPDS) di salah satu universitas di Semarang,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
70,075PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler