BETANEWS.ID, KUDUS – Kabupaten Kudus kembali menerima 50 ribu dosis vaksin Sinovac, Senin (13/9/2021). Vaksin itu akan langsung disalurkan ke tempat-tempat vaksinasi, seperti Puskesmas, rumah sakit, fasilitas kesehatan, dan sekolah.
Kasi Surveilans dan Imunisasi pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Aniq Fuad menyampaikan, meski sudah ada jatah masing-masing, untuk saat ini vaksin yang tersedia difokuskan ke desa-desa lewat puskesmas. Bila pihak puskesmas merasa kewalahan, akan dialihkan ke rumah sakit.
“Sore ini akan ada dropping vaksin 50 ribu dosis jenis Sinovac. Hari sebelumnya juga ada kiriman 4 ribu vaksin. Tapi kurang tahu, itu yang datang 1 vial 10 dosis atau 1 vial untuk dua dosis,” kata Aniq saat ditemui di ruangannya, Senin (13/9/2021).
Baca juga: Menko PMK Sebut Vaksinasi Jadi Faktor Penentu Transisi dari Pandemi ke Endemi
Maka dari itu, dia berharap setiap pekan ada 100 warga di setiap desa yang bisa divaksin. Jika ini terpenuhi, ia menargetkan semua warga bisa divaksin dalam waktu sebulan ke depan.
“Kalau (vaksinasinya) lancar, dalam sebulan bisa divaksin semua (warga desa),” sambungnya.
Target ini berdasarkan permintaan vaksin di tiap desa, yang kata Aniq, terbilang sangat tinggi. Hanya saja, saat meminta dropping vaksin, pihak desa harus menyesuaikan dengan target sasaran dan harus segera dihabiskan. Sebab, jika vaksin sudah dikirimkan ke faskes, atau sudah dimasukkan ke aplikasi smile, vaksin tidak bisa dikembalikan ke Dinas Kesehatan Kudus.
“Karena setiap vaksin datang, misal datangnya hari Senin, hari Sabtu-nya nanti harus habis. Kalau tidak habis, nanti saat kita didropping vaksin lagi tapi tidak sebanyak sebelumnya,” terangnya.
Baca juga: Menko Muhadjir Sanjung Kesuksesan Kudus Tangani Covid-19
Aniq juga berharap, kegiatan vaksinasi ini bisa terus dilakukan. Tidak hanya mengandalkan bagian Surveilans untuk jemput bola atau promosi. Kader kesehatan desa, bidan desa, hingga pemangku jabatan di Kudus bisa bersama-sama mempromosikan pentingnya vaksin. Demi meningkatkan cakupan vaksinasi yang belum lengkap hingga saat ini.
Untuk mencapai target vaksinasi, Aniq berharap kader kesehatan desa, bidan desa, hingga pemangku jabatan di Kudus bisa bersama-sama mempromosikan pentingnya vaksin. Ini dilakukan demi meningkatkan cakupan vaksinasi yang belum lengkap.
“Harusnya promosi bisa lebih digencarkan. Bisa melibatkan Diskominfo, bisa promosi lewat banner, poster, baliho, dan lainnya. Selain itu juga bisa lewat videotron dan media untuk ajang promosi,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

