31 C
Kudus
Selasa, September 21, 2021
spot_img
BerandaKisahAwalnya Tak Direstui...

Awalnya Tak Direstui Orangtua, Tekad Ferdi Rintis Usaha Kuliner Kini Berbuah Punya Dua Warung

BETANEWS.ID, KUDUS – Aroma bebek goreng tercium cukup kuat saat memasuki warung Bebek Manda Bumbu Hitam yang berada di Desa Kramat, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus. Di sana, seorang pria tampak menyiapkan menu bebek di dalam piring, sambil memantau bebek yang digoreng. Setelah siap makan, makanan tersebut kemudian diantarkan ke dua orang pelanggan yang sudah menunggu. Lelaki yang

Pemilik warung Ferdiansyah Yanuar Prakosa (22) mengatakan, usaha kuliner yang digelutinya 2020 lalu itu, awalnya merasa kebingungan mencari pekerjaan setelah lulus kuliah dari Universitas Sultan Agung (Unisula) Semarang.

Bebek Bumbu Hitam Khas Madura ini patut dicoba saat di Kudus. Foto: Kartika Wulandari.

“Jadi saya lulus kuliah tahun 2020. Karena saya melamar pekerjaan kesana kemari tidak ada panggilan, akhirnya saya mencoba membuka bisnis kuliner dari rumah,” ujar pria lulusan Fakultas Hukum itu, Kamis (09/9/2021).

- Ads Banner -

Baca juga: Pernah Rugi Puluhan Juta, Supri Bangkit dan Kini Bisa Raih Omzet Rp 12 Juta Sebulan dari Susu Murni

Saat mencari-cari ide bisnis itulah ia menemukan bebek goreng bumbu hitam yang belum familiar di Kudus. Ia juga memodifikasi bumbu hitam yang di Madura sana khas dengan cit arasa asin dan pedas, kini ia membuatnya cenderung manis untuk menyesuaikan lidah orang Kudus.

“Saya dapat resep itu dari teman, dan kemudian saya coba kreasikan bumbunya agar cocok dengan orang Kudus,” ungjap Ferdi.

Namun, saat awal merintis usaha, orangtuanya tidak merestuinya, lantaran mereka ingin Ferdi ingin kerja di perusahaan atau sesuai dengan jurusan kuliahnya.

“Ayah saya itu dosen. Jadi awalnya sedikit tidak diberi izin, karena orangtua harapannya kan anaknya bekerja di perusahaan agar penghasilannya juga jelas,” jelasnya.

Setelah ia bisa menunjukkan hasil dari usahanya itu, mereka akhirnya pelan-pelan merestui. Bahkan, berkat kegigihannya, ia kini sudah punya dua cabang warung.

Alhamdulillah karena tekad yang diimbangi dengan keyakinan, kini saya sudah punya 2 warung, yaitu di Desa Kramat dan Desa Mlati Kidul,” ucapnya.

Baca juga: Tak Patah Arang Usaha Pakaiannya Sepi, Luthfia Kini Rintis Risol Bakar yang Ternyata Laris

Selain punya menu andalan bebek bumbu hitam, Lanjut Ferdi, ia juga menyediakan ayam, tahu, tempe, terong, kol goreng, dan jeroan.

“Kalau untuk harganya di sini cukup terjangkau, mulai dari Rp 1 ribu hingga Rp 25 ribu. Dan untuk harga paket nasi ada dua, yaitu nasi bebek Rp 25 ribu dan nasi ayam Rp 17 ribu,” bebr Ferdi.

Bagi yang penasaran, Ferdi kini punya dua cabang warung yaitu di Desa Kramat dan Desa Mlati Kidul. Sedangkan pejualannya sehari bisa menghabiskan hingga 10 ekor bebek. Kemudian, untuk jam bukanya, Ferdi membuka warung miliknya setiap hari mulai pukul 16.00 WIB hingga 23.00 WIB.

“Kami juga sudah tersedia di Grab dan Kopdar untuk pemesanan onlinenya,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler