BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tidak punya anggaran untuk mendanai Persiku dalam mengarungi Liga 3 Jawa Tengah, Oktober 2021 mendatang. Musababnya, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan 2021, tidak ada pendanaan bagi tim berjuluk Macan Muria itu.
Bupati Kudus HM Hartopo menjelaskan, meski tak ada anggaran untuk Persiku, pihaknya akan mencoba mencari solusi ke Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPKAD) dan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda).
“Terkait pendanaan kita belum bisa ngomong. Tentunya akan kita koordinasikan dengan Legislatif, BPPKAD, dan Bappeda, ada nggak anggaran untuk Persiku,” jelas Hartopo saat ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Kamis (12/8/2021).
Baca juga: Cucun Resmi Latih Persiku Kudus
Sebagai kepala daerah, Hartopo tentu mendukung semua kegiatan yang dilakukan Persiku. Dukungan yang ia maksud, bukan hanya berasal dari anggaran saja. Termasuk dukungan pelaksanaan seleksi tim dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Semua yang ikut di dalam seleksi ini harus dipastikan swab antigen semua. Di dalam (area seleksi) pun semua harus memakai masker,” pinta Hartopo.
Terpisah, Manajer Persiku Ferdaus Ardyansyah Purnomo menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya mencari sponsor di Kudus. Ia tetap yakin bahwa Persiku akan terus maju mengikuti Liga 3 Jawa Tengah 2021.
“Manajemen akan terus berupaya untuk maju. Kita akan segera menggali sponsor dari eksternal. Mudah-mudahan harapannya nanti bisa mendukung,” kata Ardy.
Baca juga: Persiku Masa Depan Dimulai Tahun Ini, Ardy Janji Bangun Fondasi yang Kuat
Dari hasil audiensi dengan Pemkab Kudus, Ardy menambahkan, pihaknya mendapat dukungan untuk menyukseskan Persiku Masa Depan yang ia gagas bersama jajarannya. Pihaknya juga mendapat pesan untuk lebih mengoptimalkan potensi lokal, baik pemain maupun pelatih lokal. Ini demi membangun sebuah tim yang berkarakter.
“Berkarakter ini dalam artian bahwa kita membangun tim itu tidak hanya pemain dari luar kota untuk membangun tim yang langsung jadi secara instan. Tetapi ini adalah bagaimana membangun tim yang nantinya menjadi sebuah tim masa depan. Nantinya akan menjadi juara-juara di masa depan,” tukasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

