31 C
Kudus
Rabu, Februari 28, 2024

Menumbuhkan Nasionalisme Ala Perkumpulan Senin Pahing

BETANEWS.ID, REMBANG – Perkumpulan Senin Pahing (PSP) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia di Kompleks Makam RA Kartini, di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Selasa (17/8/2021) pukul 10.00 WIB.

Ketua PSP Moh Sugihariyadi menjelaskan, PSP adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang bergerak pada perhatian kebangsaan, filsafat, budaya, dan pariwisata desa. Kendati hanya berisi orang-orang yang berprofesi sebagai petani, peternak, dan tukang taman, perhatian terhadap nilai-nilai kebangsaan tidak pernah redup.

“Selama kurang lebih 76 tahun sesudah Proklamasi Kemerdekaan, para pahlawan utamanya Bung Karno dan Bung Hatta mempunyai tempat yang sentral dalam hidup dan perjuangan bangsa kita,” katanya.

Baca juga: Gelar Upacara HUT RI, Warga Kampung Jawi Kenakan Baju Adat Jawa

Seperti halnya setiap manusia, lanjut dia, Bung Karno dan Bung Hatta adalah anak-anak pada zamannya. Pada satu pihak, kedua tokoh dibentuk oleh cita-cita dan pikiran yang terdapat pada zamannya. Pada pihak lain, dwitunggal ini mempengaruhi serta menentukan cita-cita dan pikiran bangsa pada zamannya. Mereka kemduian menyuarakan cita-cita bangsa dan merumuskan pikiran dalam rangka membantu bangsa menghadapi tantangan-tantangan pada zaman itu.

“Pada dasarnya, tantangan-tantangan yang dihadapi oleh bangsa kita waktu itu berkisar pada perjuangan untuk kemerdekaan, persatuan, dan kedaulatan,” ujar pria yang akrab disapa Sugi’ itu.

Menurutnya, zaman setelah Proklamasi ini, titik berat tantangan yang dihadapi juga mengalami perubahan. Jika periode selama perang dan revolusi dulu titik beratnya pada perjuangan mencapai Negara Indonesia  yang merdeka, bersatu, dan berdaulat, maka sekarang ini titik berat terletak pada usaha mencapai negara Indnesia yang adil dan makmur dengan tetap mempertahankan kemerdekaan, persatuan, dan kedaulatan.

“Sebagai pihak awam yang jauh dari kesempurnaan, kita PSP tidak dapat menetapkan begitu saja semua cita-cita dan pikiran yang telah berkembang selama ini. Akan tetapi tidak begitu salah apabila kita mempelajari cita-cita dan pikiran yang telah berkembang selama pergerakan kebangsaan, perang kemerdekaan, dan revolusi secara kritis dan kreatif,” tambah dia.

Secara kritis, pihaknya menilai, apa yang masih bermanfaat dalam cita-cita dan pikiran, itu bisa dilanjutkan, dan yang tidak sesuai lagi dengan masa kini, sudah seharusnya ditinggal. Sedangkan dari sisi kreatif, cita-cita dan pikiran yang telah berkembang di waktu yang lalu bisa dikembangkan dan dilanjutkan.

Baca juga: Pakai Hazmat Saat Kibarkan Bendera, Paskibraka: ‘Jadi Tahu Gimana Beratnya Perjuangan Nakes’

Dalam hubungan semacam itulah PSP menemukan beberapa point strategis yang mencerminkan pendekatan, jiwa, dan semangat selama melangsungkan peringatan upacara bendera peringatan Proklamasi

Pertama, Perkumpulan Senin Pahing merasa perlu memperdalam, memperluas, memperkaya, dan menyegarkan visi berbangsa, cita-cita dan pikiran kita mengenai masa depan untuk menghadapi tantangan dan permasalahan di waktu yang akan datang. Kedua, kenyataan telah mampu mengambil jarak dari emosi-emosi pada waktu yang lalu, sehingga kita dapat meninjau secara jernih cita-cita para pendiri bangsa.

“Semoga secara kritis dan kreatif bersama-sama diberikan kemampuan dan kekuatan menetapkan cita-cita dan pikiran itu pada masa sekarang di abad ke-21 milenium ke-3 dan waktu yang akan datang,” tandas Sugi’.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER