Stok Vaksin di Kudus Hanya Tersisa untuk Dosis Kedua, Bertahan Hingga 23 Juli

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat masih memiliki vaksin Covid-19 sebanyak 22.570 dosis yang tersebar di seluruh fasilitas kesehatan di Kudus. Melalui Kasi Surveilens dan Imunisasi DKK Kudus, Aniq Fuad mengatakan, sisa vaksin tersebut untuk penyuntikan dosis kedua.

Pihaknya mengatakan, hingga saat ini, ada 199.313 dosis vaksin yang disuntikkan kepada masyarakat Kabupaten Kudus. Rinciannya, 136.418 di antaranya untuk dosis pertama, sedangkan 62. 895 sisanya untuk dosis kedua.

Baca juga : Antusiasme Masyarakat Tinggi, Vaksinasi di Kecamatan Undaan Dinantikan Warga

-Advertisement-

“Ketersediaan vaksin di gudang farmasi untuk saat ini sudah kosong. Jadi sisa vaksin yang ada di faskes, kita fokuskan untuk penyuntikan dosis kedua,” kata Aniq saat ditemui di ruangannya, Senin (19/7/2021).

Untuk penyuntikan dosis kedua, lanjut Aniq, terakhir Kudus mendapatkan dropping vaksin jenis sinovac pada tanggal 14 Juli 2021. Dengang jumlah 520 vial atau 5.200 dosis vaksin.

“Kita masih memiliki tanggungan sebanyak 73.523 dosis. Jika vaksin yang tersedia di faskes baru ada 22.570, artinya kita masih kurang vaksin sekitar 50.950 dosis,” terang Aniq.

Pihaknya memperkirakan, vaksin yang dimiliki Kudus saat ini hanya bisa bertahan hingga tanggal 23 Juli 2021 mendatang. Setelah vaksin habis, DKK hanya bisa menunggu dropping vaksin berikutnya.

Pihaknya juga memperkirakan, mulai tanggal 24 Juli nanti, DKK akan mulai melakukan vaksinasi massal di beberapa perusahaan besar di Kudus.

“Hari ini beberapa rumah sakit juga sudah mulai kosong, tidak bisa melayani dosis kedua. Begitupun puskesmas, sekarang stoknya sudah mulai kosong. Targetnya, kekurangan 50 ribu vaksin itu bisa ada di tanggal 24 Juli sampai 4 Agustus, agar terpenuhi vaksin kita,” terangnya.

Baca juga : Kepala DKK Sebut Vaksinasi di Kudus Setiap Harinya Capai Sekitar 5 Ribu Sasaran

Melihat menipisnya ketersediaan vaksin di Kudus, Bupati Kudus HM Hartopo telah berkoordinasi dengan Pemprov Jateng meminta tambahan vaksin. Pihaknya meminta agar Kota Kretek bisa segera didropping vaksin, sehingga proses vaksinasi bukan hanya difokuskan untuk dosis kedua. Namun juga bisa menyelesaikan vaksinasi untuk dosis pertama.

“Saya minta untuk segera didropping. Seharusnya bukan hanya dosis kedua, namun juga dosis pertama. Sebab universitas, pabrik, mereka siap untuk memfasilitasi tempat vaksinasi,” terang Hartopo.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER