BETANEWS.ID, SEMARANG – Pandemi Covid-19 gelombang kedua membuat beberapa orang ketakutan. Namun, untuk sebagian orang, pandemi gelombang kedua ini malah membuat penjual kelapa di Pasar Peterongan, Semarang ketiban berkah.
Pedagang kelapa di Pasar Peterongan, Sumari mengatakan, sebelum pandemi Covid-19 penjualannya cukup sepi. Dalam sehari rata-rata hanya terjual 10-15 biji kelapa.
“Namun saat pandemi, terutama bulan kemarin penjualan kelapa saya naik,” jelasnya saat ditemui di lokasi, Senin (12/7/2021).
Baca juga: Dipercaya Sembuhkan Covid-19, Omzet Penjualan Kelapa Bakar Rempah Ini Jutaan Sehari
Ketika pandemi, dalam sehari dia bisa menjual 50 biji kelapa jenis kelapa wulung yang dipercaya dapat dijadikan obat batuk dan juga panas. Sementara, untuk degan biasa, dia juga bisa menjual 35 biji kelapa setiap hari.
“Memang lebih banyak yang beli jenis wulung,” ujarnya.
Bisanya, dia ambil kelapa dari luar Semarang. Hal itu membuat harga kelapa jenis wulung naik. Sejak satu bulan yang lalu, kelapa wulung yang awalnya Rp 15 ribu naik menjadi Rp 25 ribu per bijinya.
“Naiknya semenjak ada Covid-19 bulan kemarin,” paparnya.
Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Kang Rus Bisa Jual Hingga 200 Degan Bakar Sehari
Salah satu pembeli asal Semarang, Sri mengatakan, dirinya memang sudah langganan beli kelapa di lapak milik Sumari. Kali ini, dia membeli kelapa wulung untuk obat anaknya yang sedang sakit.
“Anak saya sedang sakit, udah langganan beli di sini,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

