Kebaya Encim dari Raff Bordir Banyak Diminati Konsumen Hingga Luar Negeri

BETANEWS.ID, KUDUS – Di depan salah satu rumah yang berada di Desa Pengajaran RT 2 RW 5, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, terlihat plang bertuliskan Raff Bordir. Di rumah tersebut, tampak dua orang sibuk di depan mesin jahit sedang membordir kain. Di bagian lain, seorang wanita terlihat merapikan kain yang sudah selesai dibordir. Dia adalah Mufarikha (41), yang merupakan Pemilik Raff Bordir.

Seusai merapikan barang, wanita yang akrab disapa Farik itu bersedia berbagi informasi tentang usaha bordir. Dia mengatakan, ia memulai merintis usahanya tersebut sejak 2003, yang mengikuti jejak orang tuanya. Menurutnya, produksi bordir yang ia jual itu, pelanggannya hampir di seluruh Indonesia. Bahkan, ada juga yang dipasarkan di Singapura.

Proses pembuatan kebaya bordir di Raff Bordir Kudus. Foto: Kaerul Umam.

Baca juga : Bordir Kudus Desain Kekinian di Djasmine Bordir Ini Digemari Anak Muda Hingga Pejabat

-Advertisement-

“Kalau untuk pelanggan, sudah ada yang tetap, ada juga yang baru. Pelanggan yang tetap sudah beberapa tahun ini bekerja sama dengan produksi bordir sini. Ia memiliki butik di Singapura dan dipasarkan di sana. Itu sebelum pandemi, saat ini ya berhenti dulu karena di sana juga keadaannya sama,” bebernya kepada betanews.id, Senin (28/6/2021).

Ia menjelaskan, bordir yang ia produksi itu ada beberapa jenis, yakni kebaya, baju muslim, hem bordir, mukena, jilbab, dompet, masker dan lain sebagainya. Menurutnya, produksi andalan di Raff Bordir itu adalah produk kebaya encim, yang merupakan kebaya pendek khas dari Tiongkok.

“Kebanyakan produk saya ini dipesan dari pelanggan yang sudah bertahun-tahun dan biasanya mereka memesan produk kebaya encim. Jadi produksi encim ini menjadi produk andalan di Raff Bordir,” jelasnya di rumah produksinya itu.

Sementara, untuk harga produksi bordir di sana itu beragam dan kualitasnya menengah ke atas. Menurutnya, produksi di sana lebih memfokuskan kualitas. Adapun harganya dari jenis kebaya harga mulai Rp 250 ribu hingga Rp 1,5 juta, mukena Rp 200 ribu hingga Rp 1,5 juta, dompet bordir dari Rp 60 ribu hingga Rp 100 ribu.

Baca juga : Sri Rejeki Embroidery Bertahan Puluhan Tahun dengan Bordir Manual

Ia menyebutkan, untuk proses produksi, biasanya 4 hari hingga 2 pekan untuk satu bahan. Menurutnya, lamanya waktu tersebut tergantung dari kerumitan jenis bordirnya.

Ia katakan, untuk produksi kain bordir tersebut, saat ini ia mempekerjakan sebanyak 18 orang. Lima di antaranya di rumah produksinya, sedangkan yang lain digarap di rumah masing-masing. Ia juga menerima pemesanan melalui WhatsApp di nomer 0812-2904-473.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER