RS Aisyiyah Terima Bantuan Crane Pemulasaraan Jenazah dari IT Telkom Surabaya

BETANEWS.ID, KUDUS – RS Aisyiyah menerima bantuan satu Crane Pemulasaraan Jenazah dari IT Telkom Surabaya. Alat pemulasaran jenazah otomatis ini dapat membantu para tenaga medis atau petugas pemakaman ketika menguburkan jenazah pasien Covid-19.

Direktur RS Aisyiyah dr Hilal Ariadi mengucapkan terima kasih atas bantuan dari IT Telkom Surabaya ini. Dirinya mengaku senang, karena alat tersebut bisa memudahkan untuk para petugas mengurangi kontak langsung dengan jenazah yang terpapar Covid-19.

Wakil Rektor 2 IT Telkom Surabaya Agus Sulistiya menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Direktur RS Aisyiyah dr Hilal Ariadi. Foto: Kartika Wulandari

“Karena jenazah positif Covid-19 itu infeksius, maka keamanan petugas menjadi utama. Sehingga dengan adanya alat ini sangat membantu sekali, agar petugas tidak bersentuhan langsung dengan jenazah,” tambahnya.

-Advertisement-

Baca juga: Bantu Tangani Ledakan Covid-19 di Kudus, Menkes Tambah 38 Dokter dan 30 Ventilator

Menurutnya, alat ini merupakan solusi yang cukup membantu keamanan petugas. Karena berfungsi untuk memindahkan jenazah dari bed, lalu masuk ke ambulans, hingga memasukan jenazah ke liang lahat.

Wakil Rektor 2 IT Telkom Surabaya Agus Sulistiya menjelaskan, Crane Pemulasaraan Jenazah mempunyai dimensi strecher dengan ukuran panjang 207 cm, lebar 92 cm, tinggi bagian bawah 86,9 cm dan tinggi bagian atas 80 cm. Ini sesuai dengan ukuran ambulans, sehingga  peti jenazah bisa dibawa dari rumah sakit hingga ke pemakaman tanpa membongkar strecher.

 “Crane pemulasaraan memiliki kaki strecher yang bisa dilipat, sehingga mudah masuk ke ambulans, lalu peti jenazah juga bisa dimasukan ke liang lahat secara otomatis menggunakan motor,” tambahnya.

Lalu untuk komponen penggeraknya, Crane Pemulasaraan menggunakan satu buah motor DC gearbox 120 Volt, dan memiliki beban maksimum 1300 kilogram. Alat ini juga dilengkapi dengan joystik.

“Untuk batereinya menggunakan lipo rechargeable dengan kapasitas 200 MAH,” ungkapnya.

Baca juga: Ganjar Kirim 98 Dokter dan Perawat ke Kudus untuk Penanganan Covid-19

Alat Crane Pemulasaraan Jenazah ini juga sudah diperbantukan ke beberapa rumah sakit di Surabaya seperti, RS UNAIR, RSUD Sidoharjo, Malang, dan yang terbaru di RS Asyiyah Kudus.

Soal tambahan bantuanke RS lain, Agus sedang mengandeng perusahaan yang mempunyai dana CSR, untuk memperbanyak alat dan nantinya bisa diperbantukan di banyak RS lain. Selain untuk pasien Covid-19, alat ini juga bisa  untuk pemakan regular.

“Crane Pemulasaraan Jenazah ini merupakan hasil karya IT Telkom Surabaya saat memenangkan lomba tingkat nasional 2020 lalu,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER