31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

PMI Kudus Kesulitan Cari Pendonor Plasma Konvalesen

BETANEWS.ID, KUDUS – Pendataan penyintas Covid-19 oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kudus terus digencarkan. Tingginya permintaan plasma konvalesen dari sejumlah rumah sakit di Kudus membuat PMI harus bekerja ekstra.

Arief Adi Saputro, Kepala Unit Donor Darah PMI Kudus mengungkapkan, pihaknya sudah berupaya melakukan pendataan bagi penyintas Covid-19 untuk mendonorkan plasma konvalesen. Tetapi, antusias pendonor darah plasma konvalesen di Kudus masih rendah.

Baca juga : Penyintas Covid-19 di Kudus Masih Takut Donorkan Plasma Konvalesen

-Advertisement-

“Bisa dibilang sepi. Kami belum mendapatkan penyintas Covid-19 yang baru sembuh dua pekan. Kami juga bingung karena permintaan plasma konvalesen sangat banyak,” ucapnya, Sabtu (12/6/2021).

Dalam hal ini, kata Arief sapaan akrabnya, PMI Kudus hanya sebagai fasilitator bagi masyarakat yang ingin mendonorkan plasma konvalesen. Nantinya pihak PMI Kota Semarang yang menjadi eksekutornya.

“Untuk donor plasma konvalesen, PMI Kudus masih belum memiliki fasilitas penunjangnya. Jadi kami hubungkan dengan keluarga pasien, untuk donor darah plasma konvalesen di semarang,” ujarnya.

Ia melanjutkan, sejauh ini data yang masuk di PMI Kudus hanya data penyintas Covid-19 yang sudah sembuh dari Covid-19 selama tiga bulan. Menurutnya, plasma konvalesen lebih efektif ketika diambil dari penyintas yang baru sembuh dua pekan.

“Kami inginya mencari yang dua minggu baru sembuh. Dan kami belum menemukan. Mungkin masyarakat takut atau apa saya tidak tahu,” terangnya.

Baca juga : Ini Segudang Manfaat Donor Darah Plasma Konvalesen

Arief menambahkan, bahwa PMI Kudus sudah melakukan kegiatan pendataan sejak Februari 2021 lalu. Namun, peminat dinor plasma konvalesen belum signifikan.

“Sempat ada calon pendonor yang berniat memberikan darahnya sekitar bulan maret. Tapi pada bulan tersebut tidak ada permintaan karena kasus sedikit. Hingga saat ini ada 8 orang yang masuk pendataan tetapi tidak bisa dipakai karena titer antibodinya menurun,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER