Utamakan Kualitas, Kasur dan Bantal Guling Kapuk Jualan Nur Ini Laku Keras

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Sentot Prawirodirjo, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, terlihat penjual kasur, bantal, dan guling. Di sana seorang wanita terlihat sedang memasukkan kapuk ke dalam selongsong kain guling. Wanita tersebut adalah Nur Ainu Fadjri (50), pembuat kasur kapuk.

Sambil memasukkan kapuk kedalam kain, wanita yang akrab disapa Nur itu bersedia berbagi informasi tentang bisnis yang dirintisnya 2005 lalu itu. Sang Suami yang berasal dari Desa Karaban, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati lah yang mengispirasinya untuk berbisnis kasur di Kudus. Desanya yang merupakan sentra produksi kasur kapuk di Pati, membuat Nur percaya dengan keahlian suaminya. 

Nur sedang menjahit guling setelah diisi kapuk di tempat jualannya. Foto: Kaerul Umam.

“Meskipun banyak bahan Dakron yang beredar saat ini untuk dijadikan kasur, guling, dan bantal. Bahan kapuk saat ini juga masih banyak peminatnya. Sebagian dari mereka lebih nyaman menggunakan bahan kapuk ini lantaran bisa bertahan sampai puluhan tahun,” beber Nur kepada betanews.id, Senin (24/5/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Bantal Silikon dari Ron’s Collection, Produk Lokal Pati Tembus Mancanegara

Ia yakin bahwa hingga saat ini peminat dari bahan kapuk itu masih banyak dan masih eksis. Dia menjelaskan, awal mula ia memulai bisnis tersebut didorong adiknya untuk menjualkan kasur, bantal, dan guling di toko materialnya. Ternyata, barang jualannya itu banyak yang membeli dan laku keras.

“Berawal dari toko material terus saya sambi jualan ini ternyata jalan dan respon pembeli pada saat itu bagus. Dan sampai sekarang alhamdulillah masih berjalan,” papar ibu tiga anak itu.

Bisnis yang sudah berjalan kurang lebih 15 tahun itu sudah mempunyai pelanggan tetap. Menurutnya, setiap bulan pasti ada pesanan dari pelanggan toko yang masih mempertahankan bahan kapuk sebagai bahan kasur bantal dan guling.

“Kasur di sini harga mulai dari Rp 700 ribu hingga Rp 900 ribu, tergantung jenis kain dari kasurnya dan ukurannya. Sedangkan untuk bantal Rp 45 ribu dan guling Rp 50 ribu,” rinci warga Desa Nganguk RT 2 RW 3, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus itu.

Baca juga: Keluar Kerja Demi Rawat Anak, Yayuk Kini Sukses Jualan Boneka di Gracia Toys

Selain dari Kudus, lanjutnya, Pelanggannya juga dari Jepara dan Pati. Menurutnya, yang paling banyak peminatnya adalah bantal dan guling. Ia juga menerima reparasi penambahan kapuk dari pelanggan yang sudah kempes. Dengan mengutamakan kualitas, kasur produksinya itu bisa bertahan hingga 25 tahun.

“Kalau dari segi kualitas, bahan kapuk ini bisa tahan lama. Kemarin ada pelanggan ke sini untuk menambahkan kapuk ke dalam kasur yang sudah 10 tahunan. Ada juga yang bertahan hingga 25 tahun. Itu tergantung dari pengisian kapuk dan jenis kapuknya. Kadang ada kapuk yang banyak dengan kelentengnya. Kalau dari saya kapuknya bagus dan kelentengnya sedikit,” tuntasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER