BETANEWS.ID, KUDUS – Di salah satu rumah yang berada di Desa Kedung Dowo RT 6 RW 1, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, terlihat aktivitas produksi kaus. Beberapa kaus yang selesai dijahit, tampak langsung dikemas untuk dikirimkan kepada pemesan. Tempat tersebut adalah Rumah Produksi Tirta Collection, yang memproduksi kaus polos.
Noor Khamim (38), Owner Tirta Collection mengatakan, jika usaha produksi kaus polos tersebut sudah berjalan lebih dari setahun. Kini, menurutnya peminat dari produknya juga terus bertambah seiring berjalannya waktu.
Baca juga : Empat Model Kaus Kekinian di Toko Kaos Corner Ini Lagi Banyak Dicari
“Setiap hari saya selalu mengeluarkan barang dengan sistem cash on delivery (COD). Mulai dari pagi, siang, hingga malam, setiap ada pelanggan yang sudah cocok dan berminat dengan produksi kami, biasanya langsung kepingin COD,” ujar Noor kepada betanews.id, Jumat (28/5/2021).
Kaus polos yang diproduksinya, katanya beragam ukuran. Mulai dari ukuran S hingga XXXL. Sedangkan untuk bahan yang digunakan, yaitu polyester 20s. Menurutnya, kelebihan kaus produksi itu, kainnya tebal, tidak nerawang dan ada jahitan samping.
“Untuk harga kaus polos dari ukuran S hingga XL Rp 25 ribu per pcs, dan ukuran XXL serta XXXL Rp 30 ribu. Kami juga produksi kaus tim, kaus even dan kaus komunitas, mulai dari Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu, tergantung dari sablon yang diinginkan. Kami juga menerima pesanan untuk request kain,” sebutnya.
Sejauh ini, katanya, untuk pemasaran produknya secara online dan offline, yaki ke beberapa pasar yang ada di Kudus dan Jepara.
“Kami juga menyediakan ecer dan grosir, biasanya bakul pakaian juga langsung datang ke rumah untuk mengambil kaus polos yang sudah dipesan,” tutur bapak anak satu itu.
Baca juga : Pakai Mesin Canggih dan Harganya Murah, Sevenspeed jadi Primadona Pembuat Kaus
Dulunya, untuk awal-awal, katanya ia memproduksi masker di saat awal pandemi, kemudian membuat gamis di saat Lebaran. Karena khusus untuk gamis harus membuat produk dengan model kekinian, menurutnya hal tersebut tidak membuat produknya tidak bisa berkembang baik.
“Setelah itu saya berpikir, kalau membuat gamis harus memunculkan model baru setiap saat, yang terjadi modal usaha yang kian berkurang dan tidak berjalan. Kemudian saya mempunyai ide memproduksi kaus polos yang merupakan produk yang tidak dengan model yang aneh-aneh dan bisa berjalan setiap hari,” tuntasnya.
Editor : Kholistiono

