31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Rindu Lebaran di Kampung Halaman, Didik Nekat Mudik dari Jakarta Gunakan Bajaj

BETANEWS.ID, SEMARANG – Jelang larangan mudik yang berlaku mulai 6-17 Mei 2021, sejumlah pemudik yang berasal dari luar Jawa Tengah mulai berdatangan. Tak terkecuali Didik (35), pemudik asal Jakarta itu nekat mudik menggunakan bajaj menuju Boyolali.

Didik sudah menempuh perjalanan selama 20 jam dari Jakarta menuju kampung halamannya di Boyolali. Sebelum di Semarang, dia sudah istirahat di Karawang, Subang dan Tegal.

Baca juga : Ganjar Tegaskan Tak Ada Kelompok Masyarakat Tertentu yang Boleh Mudik

-Advertisement-

Rindu tak terbendung, itulah yang ada di benak Didik. Lebaran kemarin dia terjebak, tak bisa pulang karena pandemi. Hal ituah yang membuatnya Lebaran kali ini nekat untuk mudik.

“Saya tinggal di kawasan Tebet, saat ini sudah sepi,” jelasnya kepada Betanews.id, Rabu (5/5/2021).

Dia mengaku sempat was-was melihat pemberitaan di media televisi, online maupun di media sosial yang banyak memberitakan soal larangan mudik. Hal itulah yang membuatnya memutuskan mudik lebih awal.

“Mudik kali ini diliputi perasaan was-was, padahal sudah tak pulang satu tahun,” ujarnya.

Dia juga berpatokan pada kondisi jalan raya. Selama jalan masih dipenuhi bus maka masih diperbolehkan. Meski demikian, rasa cemas tetap ada. Utamanya saat melintasi Bekasi hingga Cirebon.

“Kalau mudik tanggal 6 Mei takut disuruh putar balik. Jadi saya pilih mudik lebih awal saja agar aman. Perjalanan juga harus malam hari,” ujarnya.

Sepanjang perjalanan, kata dia, banyak menemui pos pam penyekatan mudik. Terutama sepanjang jalur dari Jakarta hingga Cirebon. Hanya saja, pos tersebut tak ada petugas.

Hal yang sama juga saat memasuki Pos Mangkang Semarang yang sepi petugas. “Banyak pos penyekatan tapi tak ada petugas. Kebetulan saat melintasi Cirebon sampai Brebes hujan deras jadi lancar,” terangnya.

Baca juga : Wali Kota Semarang Terbitkan Surat Edaran Larangan Mudik, Ini Isinya

Dia mengatakan, tak hanya dirinya saja yang mudik. Namun banyak juga pemudik lain berasal dari Jakarta. Hal itu ditemuinya saat menempuh perjalanan dari Jakarta hingga Tegal.

“Selepas itu, dari Pemalang hingga Semarang sudah jarang menemukan pemudik lain,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER