Mulai Hari Ini Balai Jagong Ditutup Sampai Waktu yang Belum Ditentukan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Perdagangan menutup Balai jagong mulai hari ini, Senin (24/5/2021) sampai waktu yang belum ditentukan. Ini merupakan salah satu upaya untuk menurunkan kasus Covid-19 di Kota Kretek yang kembali melonjak.

Kepala Seksi Pemberdayaan PKL pada Dinas Perdagangan Kudus, R Paulus Agus membenarkan bahwa Balai Jagong mulai hari ini, Senin (24/5/2021) ditutup untuk umum. Berarti mulai nanti malam, di Balai Jagong dilarang ada yang berjualan atau pun orang nongkrong di sana. Hal itu, kata dia, sebagai tindak lanjut melonjaknya kasus Covid-19 di Kudus.

Water barrier yang dipasang di jalan masuk Balai Jagong. Foto: Rabu Sipan

“Ya, Balai Jagong ditutup mulai hari ini sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Tujuan ditutupnya Balai Jagong untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sebab angka Covid-19 di Kudus saat ini meningkat hingga 400 persen,” ujarnya.

-Advertisement-

Baca juga: Angka Kasus Covid-19 Terus Naik, Pemkab Kudus Tutup Semua Tempat Wisata

Dia berharap, dengan ditutupnya Balai Jagong bisa menekan angka penurunan Covid-19. Sebab Balai Jagong ini kan terkenal sebagai tempat nongkrong warga. Tempat berkumpul orang banyak serta susah dikendalikan. Sehingga kalau dibuka dan banyak pedagang hingga terjadi kerumunan pembeli, nantinya malah jadi klaster persebaran Covid-19.

“Harapannya dengan ditutupnya Balai Jagong ini bisa menekan angka penurunan Covid-19 di Kudus,” harapnya.

Tak hanya Balai Jagong, sebelumnya Pemkab Kudus juga menutup semua tempat wisata, baik yang dikelola pemerintah kabupaten, desa, dan swasta muali, Minggu (23/5/2021). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus tidak segan-segan akan izin operasi objek wisata jika nekat tetap membuka destinasi wisata.

Baca juga: Muncul Klaster Lebaran, Kasus Covid-19 di Kudus Melonjak Hingga 400%

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Mutrika meminta kepada semua wisata untuk melakukan gerakan kebersihan saat penutupan nanti. Seperti membersihkan objek wisata hingga mensterilkan dengan menyemprot disinfektan.

“Selama penutupan diminta agar tetap melakukan gerakan kebersihan dan mensterilkan objek wisata dengan penyemprotan disinfektan,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER