31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Minta Prokes di Hotel dan Wisata Diperketat, Ganjar: ‘Jika Susah Dikendalikan, Tutup Paksa’

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan melakukan pengetatan di sejumlah lokasi seperti perbelanjaan, hotel dan objek wisata menjelang perayaan Indul Fitri tahun ini. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai Rapat Koordinasi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Daerah secara daring bersama sejumlah menteri, Senin (3/5/2021).

Upaya pengetatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang sampai saat ini masih mengancam. Mengingat jelang Idul Fitri terjadi peningkatan aktivitas masyarakat dan menimbulkan kerumuman.

“Saya sudah menyampaikan kepada Bupati dan Wali Kota untuk pasar kaget, pasar tradisional, mall saya minta untuk dilakukan penjagaan,” ujar Ganjar.

-Advertisement-

Baca juga: Pasar Ramai Jelang Lebaran, Ganjar Minta Kepala Daerah Perketat Penjagaan

Nantinya, papar Ganjar, Satpol PP bekerja sama dengan kepolisian dan TNI untuk melakukan operasi Yustisi di lokasi-lokasi yang rawan terjadinya kerumuman.

“Lalu, Satpol PP bekerja sama dengan kepolisian dan TNI  untuk melakukan operasi Yustisi lagi. Untuk mengingatkan mereka (masyarakat),” terangnya.

Selain itu, orang nomor satu di Jawa Tengah itu juga meminta obyek wisata dan hotel dicek kembali berkait dengan penerapan protokol kesehatan. Ganjar bahkan memerintahkan menutup paksa jika pengelola tidak mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

“Saya minta itu dicek. Kalau tidak bisa dikendalikan, perintahnya satu, tutup. Ini serius untuk kita agar bisa menjaga semuanya,” tegas Ganjar.

Baca juga: Klaster Covid-19 Akibat Mudik di Pati Diminta Jadi Pembelajaran

Dalam kesempatan itu, ia kembali menyampaikan bahwa larangan mudik harus ditaati. Sehingga ia memerintahkan ada penyekatan di sejumlah titik terutama pintu masuk di perbatasan-perbatasan.

“Semua dalam satu narasi, tidak mudik. Kemudian kita menerjemahkan dengan memberlakukan mulai pengefektifan titik-titik penyekatan. Karena banyak yang bocor. Dishub kita sudah komunikasi dengan provinsi lain terutama di wilayah perbatasan. Dan seluruh yang masuk ke Jateng wajib tes rapid antigen,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER