Geram Lihat Warga Berjubel di Alun-alun, Hartopo Siapkan Mobil Water Canon untuk Bubarkan Kerumunan

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo dibikin geram setela melihat banyaknya warga Kudus yang bejubel di Alun-Alun Simpang 7 Kudus ketika malam hari. Hal itu, setelah dirinya melakukan pantauan di pusat kota tersebut. Betapa terkejutnya ia, ketika melihat ribuan orang berkumpul di satu tempat, tanpa menjaga jarak.

Melihat hal itu, Hartopo langsung menghubungi Kapolres Kudus untuk datang menemuinya dan melihat apa yang sedang terjadi di depannya.

Baca juga : Lihat Kerumunan di BRI, Ganjar Langsung Putar Arah dan Peringatkan Petugas dan Warga

-Advertisement-

“Tadi waktu koordinasi dengan Kapolres, water canon akan kita siapkan untuk membubarkan massa yang berkumpul di alun-alun. Jumlahnya tidak sedikit, ribuan. Itu sangat mengkhawatirkan, ” kata Hartopo, Senin (3/5/2021).

Selain itu, Hartopo juga akan melakukan beberapa penyekatan. Salah satunya dengan meniadakan lahan parkir di depan Masjid Agung Kudus ketika salat tarawih selesai dilakukan.

Sebab, parkir di depan masjid menjadi salah satu pemicu berkumpulnya massa di alun-alun.

“Nanti akan kita sekat juga. Depan masjid tidak akan menyediakan tempat parkir. Setelah salat tarawih selesai, tidak boleh ada tempat parkir di depan masjid. Semuanya harus bersih setelah tarawih, ” imbau Hartopo.

Larangan itu bukan hanya gertakan belaka bagi Hartopo. Saat melakukan rapat koordinasi terkait antisipasi Idul Fitri dengan kepala desa secara virtual di Gedung Setda lantai 4, Hartopo meminta kepada Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus untuk mematikan lampu alun-alun, jika warga Kudus nekad berkerumun tanpa patuh prokes lagi.

“Terkait alun-alun yang ramai pengunjung, saya mohon Dishub dan Satpol PP koordinasi. Polri juga, melakukan pembatasan. Untuk Dinas PKPLH saya minta untuk mematikan lampu alun-alun kalau masih ada kerumunan, ” katanya.

Pihaknya pun berharap, secepat mungkin mereka semua bisa langsung bekerja. Tidak ada lagi kerumunan yang terjadi seperti apa yang Hartopo lihat di malam sebelumnya.

Baca juga : Ganjar Minta Satpol PP di Kudus, Pati, Rembang, Rutin Patroli Bubarkan Kerumunan

Sementara untuk para pedagang kaki lima di depan Masjid Agung, Hartopo masih memberikan keleluasaan mereka untuk berjualan. Tidak ada larangan bagi mereka untuk berjualan, asal tetap mematuhi protokol kesehatan.

“PKL tetap, tidak ada larangan. Yang penting tetap taat protokol kesehatan, ” pungkas Hartopo.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER