31 C
Kudus
Kamis, Februari 22, 2024

Dua Lebaran Memendam Rindu Kampung Halaman, Ini yang Paling Dirindukan Mahasiswa Thailand

BETANEWS.ID, SEMARANG – Sejumlah mahasiswa yang berasal dari Pattani, Thailand, mengaku dua Lebaran ini tak bisa mudik ke kampung halaman lantaran ongkos naik pesawat menjadi Rp 8 juta semenjak pandemi Covid-19. Selama dua tahun pula mereka merayakan Hari Raya Idul Fitri di perantauan.

Mereka merupakan mahasiswa Universitas Negeri Islam (UIN) Walisongo Semarang. Kampus sudah menghentikan sementara kuliah tatap muka dan mengganti online. Namun, para mahasiswa ini tak bisa pulang kampung.

Ilyas, Mahasiswa Thailand yang menjalani pendidikan di UIN Walisongo Semarang. Foto: Dafi Yusuf

“Sudah tak bisa pulang selama tiga tahun, tarifnya jadi mahal. Sebelum pandemi biaya pulang ke Thailand Rp 3 juta namun semenjak pandemi naik jadi Rp 8 juta,” jelas Abdullah Yusoh saat ditemui di Perumahan BPI Semarang, Senin (10/5/2021).

Baca juga: ASN yang Nekat Mudik Bakal Disanksi Pemotongan TPP Hingga 100 Persen

Dia mengaku sudah rindu dengan kampung halaman. Selama dua kali lebaran dia tak pulang. Dia hanya bisa melakukan tegur sapa melalui panggilan video melalui aplikasi  WhatsAap.

“Ya rindu, biasanya saya video call sama keluarga,” ujarnya.

Meski demikian, dia tidak ingin berkecil hati karena dunia sedang dilanda pandemi virus corona. Selain itu, dengan bertahan di Kota Semarang, dia memanfaatkan masa luang dengan belajar agar studinya cepat selesai sesuai jenjang waktu.

“Saya di sini dengan teman-teman saya ada empat orang,” ujar Mahasiswa semester akhir itu.

Baca juga: Rindu Lebaran di Kampung Halaman, Didik Nekat Mudik dari Jakarta Gunakan Bajaj

Hal yang sama juga dirasakan Ilyas. Meski sejauh ini, mahasiswa Thailand yang tinggal di Kota Semarang belum mengalami kesulitan apapun, termasuk tempat tinggal hingga pasokan makanan, tapi dia mengaku tetap ingin pulang

“Kalau kondisi semakin membaik kami ingin pulang,” ujar dia.

Untuk mengobati rasa rindu dengan kampung halaman, biasanya mereka memasak makanan khas Pattani seperti ketupat dan juga gula merah. Biasanya dua makanan khas itu yang dia buat ketika lebaran.

“Biasanya masak makanann khas ketupat dan gula merah,” tandasnya.

Ia juga mengaku senang karena sering diajak makan di rumah tetangga di Semarang. Itu lumayan bisa mengobati kesedihannya kerena harus berlebaran di negeri orang.

“Biasanya si diajak makan di rumah tetangga. Senang sekali kalau ada ajakan itu,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER