BETANEWS.ID, KUDUS – Intensitas hujan tinggi masih menjadi momok yang mengakibatkan bencana di Kudus. Jika di wilayah hilir intensitas hujan tinggi mengakibatkan banjir, sedangkan di wilayah atas intensitas hujan tinggi mengakibatkan bencana longsor. Satu di antaranya yang sering terjadi bencana longsor yakni di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kudus.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Budi Waluyo mengatakan, saat ini sedang terjadi bencana tanah longsor di dua lokasi di Desa Menawan. Kejadian longsor tersebut, masing – masing di Dukuh Kambangan RT 1 RW 6 dan Dukuh Nogosari RT 3 RW 5. Menurutnya, penyebab bencana longsor tersebut dikarenakan intensitas hujan yang tinggi.
Baca juga : Sejumlah Jalan di Menawan Lumpuh Akibat Longsor, Warga Tunggu Alat Berat
“Curah hujan dengan intensitas yang tinggi sejak malam hari membuat kontur tanah labil. Sehingga pada Rabu (24/2/2021) pukul 03.00 WIB terjadi longsor,” ujar kata pria yang akrab disapa Budi melalui keterangan tertulisnya.
Dia menambahkan, tanah yang runtuh mengakibatkan longsor samping rumah warga bernama Sugiarto dan Sampurno. Bahkan bencana longsor tersebut juga merusak rumah mereka. Menurutnya, keadaan rumah korban yakni Sugiarto dan Sampurno rusak sedang. Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, kalau kerugian sekitar belasan juta rupiah.
“Tidak ada korban jiwa dalam bencana longsor dini hari tersebut. Kalau kerugian rumah rusak itu sekitar Rp 15 juta,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, depan rumah Sugiarto merupakan tebing dengan panjang kurang lebih 15 meter, serta tinggi 20 meter. Sedangkan material tanah longsor berupa tanah dan batu. Serta beberapa pohon ikut roboh dan menutup akses jalan.
“Saat terjadi longsor sempat menutup sebagian akses jalan, dan hanya bisa dilewati motor. Namun, material sudah mulai dibersihkan,” ungkapnya.
Baca juga : Curah Hujan Tinggi, Tiga Lokasi di Desa Rahtawu Terjadi Longsor
Saat ini, lanjutnya, masih dilakukan pembersihan tanah longsor, assesment data dan assesment kebutuhan logistik. Sedangkan untuk kebutuhan mendesak sekitar 400 genteng, 800 batu bata dan empat sak semen, untuk membangun tembok warga yang rusak. Serta dukungan logistik untuk 10 jiwa dan terpal penutup tanah longsor.
Setidaknya, di Kudus terdapat 13 desa yang rawan bencana tanah longsor, yakni Desa Rahtawu, Menawan, Jurang, dan Kedungsari di Kecamatan Gebog, Desa Terban di Kecamatan Jekulo. Serta Desa Soco, Ternadi, Japan, Kuwukan, Puyoh, Colo, Dukuh Waringin, dan Cranggang di Kecamatan Dawe.
Editor : Kholistiono

