31 C
Kudus
Jumat, Agustus 12, 2022
spot_img
BerandaKUDUSMinta Segera Urus...

Minta Segera Urus Pembebasan Lahan, Khabsin: ‘Eman-Eman Kalau Anggaran dari Pusat Hangus’

BETANEWS.ID, KUDUS – Anggota Komisi C DPRD Jateng Nur Khabsyin mendorong Pemerintah Kabupaten Kudus untuk secepatnya membebaskan lahan warga yang berada di area Sungai Wulan. Menurut kalkulasinya, tanah warga yang akan dibebaskan hanya seluas 1,8 hektare.

Dengan estimasi per meter persegi tanah harganya Rp 200 ribu, maka total dana yang dikeluarkan sekitar Rp 3 miliar sampai Rp 4 miliar. Menurutnya, jumlah tersebut untuk Pemkab Kudus tidak lah banyak, sehingga tidak perlu penganggaran dari provinsi. Beda halnya pembebasan lahan untuk bendungan Logung pada zaman dulu.

Penambalan tanggul sungai terus dikebut untuk antisipasi adanya banjir susulan. Foto: Rabu Sipan.

“Kalau pembebasan lahan untuk Bendungan Logung kan banyak sampai puluhan miliar. Jadi provinsi memang harus turun tangan,” ujarnya.

- Ads Banner -

Baca juga: Kemen PUPR Anggarkan Rp 67 Miliar untuk Normalisasi Sungai Wulan

Dia pun akan mendorong agar dana pembebasan lahan warga di Sungai Gelis bisa dianggarkan. Sebab, jika tanggul jebol, dampak banjir itu tidak hanya dirasakan satu desa tapi empat desa, yakni Desa Pasuruhan Lor, Desa Setrokalangan, Desa Kedungdowo, dan Desa Banget. Makanya, normalisasi sungai dan pembuatan tanggul permanen itu memang harus dilaksanakan.

Menurutnya, jika pembuatan tanggul ini tidak permanen, nantinya bisa jebol lagi. Toh anggaran normalisasi sudah ada dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) sebesar Rp 67 miliar. Sayang, kalau normalisasi tidak jadi gara-gara pembebasan lahan tersebut.

“Nah, kalo lahan 1,8 hektare belum dibebaskan, anggarannya kan bisa hangus. Kalau sampai Oktober 2021 belum dipakai, kan dana itu kembali ke pusat. Eman-eman,” tegasnya.  

Di sisi lain, Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, pembebasan lahan milik warga yang berada di bantaran Sungai Wulan memang tidak menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, melainkan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kudus. Makanya, saat ini pihaknya berusaha untuk mengumpulkan data terkait luas lahan yang menjadi milik warga.

Baca juga: Normalisasi Sungai Wulan Terkendala Lahan, Hartopo Berharap Warga Sudi Hibahkan Tanah

“Ini kami lagi berusaha mengumpulkan data tanah dan pemiliknya. Barangkali bisa ditawarkan untuk warga supaya sudi menghibahkan tanahnya, agar Sungai Wulan bisa dinormalisasi,” ungkapnya.

Tetapi bila pemilik tanah tersebut tidak bersedia menghibahkan tanahnya, lanjut Hartopo, Pemerintah Kabupaten Kudus pun akan berusaha cari cara lain. Barang kali ada anggaran dana dari daerah untuk pembebasan lahan tersebut. Sehingga normalisasi Sungai Wulan bisa dilakukan secepatnya.

“Semoga saja warga mau menghibahkan tanahnya untuk normalisasi sungai. Tapi kalau tidak, barangkali nanti ada anggaran daerah nanti insyaAllah bisa dilaksakan normalisasi Sungai Wulan,” tandas Hartopo.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,330PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler