31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Kisah Sukses Harsono Bertani Porang yang Mampu Hasilkan Rp 800 Juta Tiap Panen

BETANEWS.ID, PATI – Seorang pria tampak sibuk di sebuah ladang di Desa Ketanggan, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Diiringi semilir angin lereng Pegunungan Muria, seorang pria mengenakan kaus lengan panjang terlihat sedang membersihkan rumput menggunakan sabit di antara tanaman porang. Pria tersebut yakni Harsono (37) petani tanaman porang.

Sembari beraktivitas, Harsono pun sudi berbagi kisah tentang bertani porang. Dia menuturkan, bertani adalah pekerjaan yang ditekuninya sejak kecil. Bahkan sejak usia 10 tahun ia sudah diajak orang tuanya untuk bantu-bantu di sawah atau ladang. Saat dewasa ia pun kemudian melanjutkan jadi petani, seperti yang diajarkan orang tuanya.

“Saya bertani sudah puluhan tahun, sejak kecil sudah bantu orang tua bertani. Karena memang terlahir dari keluarga petani,” ujar Harsono kepada Betanews.id, Jumat (15/1/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Ganjar Takjub Inovasi Petani Muda Asal Kudus, Tanam Melon Tanpa Pestisida

Pria yang sudah dikaruniai empat anak tersebut mengatakan, pada waktu dulu ia bertani tanaman layaknya para tetangga, yakni menanam singkong, jagung, serta kacang tanah. Namun, setiap panen raya, harganya selalu turun dan jeblok. Oleh sebab itu, sejak 2019 ia mulai beralih menanam porang. Menurutnya, menanam tanaman jenis umbi-umbian bernama latin Amorphophallus Muelleri atas saran temannya.

“Teman saya itu menganjurkan agar saya bertani porang saja. Kata temanku pangsa pasar porang jelas dan luas, serta harga jual mahal dan stabil. Sehingga otomatis bertani porang lebih meguntungkan dari komoditas lainnya,” ungkap Harsono.

Karena tergiur sama anjurannya sang teman, ia pun menanam porang. Saat ini ia menanam sekitar tiga hektar porang. Bibit ia dapatkan dari berbagai daerah dengan harga Rp 200 ribu sampai Rp 400 ribu per kilogram berisi 10 porang. Menurutnya, biaya untuk menanam porang per satu hektare membutuhkan dana sekitar Rp 125 juta.

Lebih lanjut kata dia, modal Rp 125 juta digunakan untuk sewa lahan, pengolahan lahan beserta biaya pupuk, fungisida, dan pembelian bibit. Satu hektare lahan biasanya bisa menghasilkan porang sekitar 50 sampai 60 ton. Dengan kalkulasi harga panen antara Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu per kilogram.

Baca juga: Bibit 1 Ton Hasilnya 5 Ton, Tanam Kencur Jadi Idola Karena Perawatan Mudah

“Panen porang butuh waktu sekitar tujuh bulan dengan bibit umbi porang. Biasanya setiap panen di lahan satu hektare bisa mendapatkan uang antara Rp 700 juta sampai Rp 800 juta,” bebernya.

Dia berharap, tanaman porang sebagai terobosan baru bagi para petani. Sebab komoditas porang punya nilai jual tinggi. Sehingga diharapkan mampu mengangkat derajat ekonomi para petani Indonesia.

“Semoga saja porang ini jadi solusi para petani untuk mengangkat derajat ekonomi. Serta semoga saja ke depan tidak ada permainan harga porang oleh para tengkulak,” tandas Harsono.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER