BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membutuhkan banyak tenaga kesehatan yang akan difungsikan di Asrama Haji Donohuan (AHD)-Boyolali dan BPSDMD Jateng-Semarang. Tambahan ini dibutuhkan lantaran dua tempat tersebut sudah ditempati pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyampaikan, pihaknya saat ini terus menyiapkan dan bekerjasama dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia).
“Nakesnya sekarang kita siapkan tambahan-tambahannya, kita kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi, IDI juga, perawat juga. Maka kita tambah terus, itukan butuh pelatihan ya, dan emang butuh banyak ini, jadi butuh partisipasi lah dari warga,” katanya, Senin (14/12/2020).
Baca juga: Cek Kesiapan Donohudan, Ganjar: ‘Mulai Hari Ini Siap Jadi Tempat Isolasi Terpusat’
Data Pemprov Jateng, Asrama Haji Donohudan berkapasitas 874 bed dan saat ini terpakai 23 bed. Sementara, di BPSDMD Jateng kapasitasnya 400-600 bed dan saat ini ditempati 58 orang.
“Alhamdulillah sekarang berjalan. Donohudan mulai diisi, BPSDM mulai diisi, yang sudah sembuh ya langsung kembali gitu ya. Sekarang lebih enak dan terpusat,” kata Ganjar.
Selain itu, lanjut Ganjar, pihaknya juga mengimbangi dengan menambah fasilitas isolasi dan ICU yang ada di rumah sakit. Baik bed isolasi maupun tempat tidur di ruang ICU-nya.
Baca juga: Bantah RS Kewalahan Tangani Pasien Covid-19, Ganjar: ‘Sampai Saat Ini Masih Aman’
“Sehingga kalau kemudian mereka sudah parah di rumah sakit itu, rumah sakitnya lebih mampu. Tapi seandainya mereka tanpa gejala, kita pusatkan saja di situ sehingga penanganannya akan lebih gampang,” tegasnya.
Terlepas dari itu, Ganjar juga mendorong agar beberapa asset milik Pemprov hingga hotel dapat dioptimalkan menjadi tempat isolasi terpusat.
“Nah tadi ada penawaran umpama kasus di Jabar karena banyak tempat diklat dari TNI tadi pak Kasad juga menawarkan itu bagus. Maka di tempat ini juga kita bisa buat backup itu,” tandas Ganjar.
Editor: Ahmad Muhlisin

