31 C
Kudus
Selasa, Januari 26, 2021
Beranda Pendidikan Sekolah Virtual di...

Sekolah Virtual di Brebes dan Boyolali Tampung 72 Anak Putus Sekolah

BETANEWS.ID, SEMARANG – Program sekolah virtual yang diiniasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah berjalan di dua sekolah rintisan di SMAN 3 Brebes dan SMAN 1 Kemusu Boyolali. sekolah ini menampung 72 anak putus sekolah dengan masing-masing diikuti 36 siswa

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Syamsudin Isnaini mengatakan, sejauh ini, siswa dari keluarga kurang mampu merasa terbantu dengan sekolah virtual. Menurutnya, keberadaan sekolah virtual ini memang bertujuan untuk anak-anak yang tidak ada harapan untuk masuk sekolah dan di sekolah negeri bisa tertampung di sini.

Beberapa siswa sedang mengikuti sekolah tatap muka yang berisi pengenalan akademik. Foto: Ist.

“Dari sisi akses, (sekolah virtual) diutamakan untuk anak didik dari keluarga kurang mampu. Program ini akan sangat bermanfaat,” jelasnya saat dihubungi via telepon, Kamis (12/11/2020).

Baca juga: Sekolah Virtual untuk Anak Putus Sekolah Bawa Jateng Raih Juara 1 Provinsi Terinovatif 2020

Lebih lanjt ia menjelaskan, angka anak tidak sekolah karena permasalahan biaya, tercatat di Jawa Tengah mencapai sekitar 45 ribu. Dengan adanya kelas virtual itu, diharapkan bisa mengurangi dan membantu anak-anak tersebut agar tetap bisa meneruskan sekolahnya. 

“Meski demikian, tidak hanya sekolah virtual yang menjadi satu-satunya program mengurangi angka putus sekolah. Tapi juga ada peran sekolah swasta. Dari sekolah swasta mau memfasilitasi meringankan beban anak sekolah,” tambahnya.

Teknis pembelajaran di sekolah virtual ini, lanjut Syamsudin, pembelajaran virtual sebanyak 70 persen dan sisanya pembelajaran tatap muka. pembelajaran tatap muka dilakukan untuk mengumpulkan siswa kelas virtual. Seperti halnya saat pertemuan awal, siswa kelas virtual dikumpulkan dulu agar mendapatkan penjelasan. Misalnya, soal penjelasan buku modul dan hal terkait lain pada kelas virtual. 

“Maksimal nanti hanya 30 persen saja yang tatap muka, lainnya dengan cara sekolah virtual. Nanti pada saat akan kenaikan kelas atau ujian, juga akan ketemu lagi,” terang dia lebih lanjut.

Baca juga: Kini Jateng Punya Sekolah Virtual untuk Tekan Anak Putus Sekolah

Soal pembelajaran dengan metode tatap muka yang dapat dilakukan 30 persen di kelas virtual, kata dia, diarahkan untuk pengenalan lingkungan, metode pembelajaran, bimbingan konseling, tugas laboratorium, dan lainnya. Karena sifatnya memang harus dilaksanakan secara tatap muka. Dalam artian, kelas virtual tetap pada konsep awal dengan pembelajaran berbasis IT.

Syamsudin menuturkan, sementara ini sekolah virtual masih sebatas dilakukan di Brebes dan Boyolali sampai pada penghabisan tahun ajaran 2020/2021. Dengan demikian, sekolah virtual belum bisa dibuka di sekolah lain lagi sampai pada tahun ajaran baru berikutnya.

“Di tengah jalan buka sekolah lagi, kan enggak bisa. Nanti bila ada PPDB lagi, kebijakannya mau berapa, kan, nanti akan dikaji,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

Tinggalkan Balasan

27,870FansSuka
14,114PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
27,373PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler