Ketahuan Nakal Mainin Harga, Ganjar Cabut Izin Distributor Pupuk Subsidi di Cilacap

BETANEWS.ID, SUKOHARJO – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mencabut izin satu distributor pupuk bersubsidi di Kabupaten Cilacap. Ini dilakukan setelah mereka ketahuan meminta tambahan biaya pupuk dari petani diluar harga yang ditetapkan.

Ganjar menegaskan tidak akan main-main terkait penyaluran pupuk bersubsidi ini. Begitu ada laporan di Cilacap itu, bahwa distributor meminta tambahan biaya untuk petani, langsung dicopot.

Jangan ada yang main-main, karena hari ini saya mencabut izin usaha satu distributor pupuk bersubsidi di Cilacap,” kata Ganjar, Kamis (19/11/2020).

-Advertisement-

Sampai saat ini, baru satu distributor yang dicabut izin usahanya. Tapi beberapa petani sudah melaporkan melalui medsos atau secara langsung.

“Sekarang kami sebar ke medsos info itu, lengkap dengan nomor telpon yang menangani. Maka awas, kalau ada yang main-main soal ini, izin usahanya pasti tak cabut. Kalau ada petani yang diapusi (dibohongi), laporkan!” tegasnya.

Baca juga: Mulai September 2020, Beli Pupuk Bersubsidi Wajib Gunakan Kartu Tani

Pihaknya akan terus memantau penyaluran pupuk bersubsidi di lapangan. Tim khusus pemantau pupuk sudah ada dan melakukan pengawasan.

“Tidak hanya cabut izin usahanya, kalau ada yang menyelundupkan, saya pidanakan. Jangan main-main, karena ganggu petani saya,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menginfokan bahwa ada tambahan satu juta ton pupuk bersubsidi sudah tiba dan diminta segera disalurkan pada masyarakat. Maka dari itu, ia meminta penyuluh membantu dan pengecer membantu untuk segera mendistribusikannya.

“Tadi pagi, saya dapat laporan lagi, katanya yang subsidi habis, kalau mau beli yang non subsidi. Langsung saya minta kejar itu, begitu ketahuan cabut izinnya,” tegasnya.

Disinggung terkait kelangkaan pupuk di Jawa Tengah, Ganjar menerangkan bahwa itu karena ada keterlambatan pasokan akibat adanya pemotongan kuota. Kemarin-kemarin lanjut dia, jatah pupuk di Jawa Tengah hanya berkisar 42 persen.

Baca juga: Ganjar Tambah Anggaran untuk Petani, Peternak, dan Nelayan, Ini Besarannya

“Kan kurangnya banyak sekali, maka kami menyalurkan itu kepada yang benar-benar berhak. Itu kemarin karena ada keterbatasan, tapi sekarang sudah ada tambahan satu juta ton di Indonesia, Jawa Tengah termasuk yang mendapatkan bagian itu,” ucapnya.

Jika tidak ada keterlambatan pasokan, sebenarnya kondisi pupuk di Jawa Tengah masih aman. Untuk itu, dengan adanya tambahan ini, ia berharap segera tersalurkan pada petani.

“Sekarang sudah ada, maka kami mendorong segera disalurkan. Penyuluh-penyuluh saya harapkan juga segera melakukan pendampingan,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER