BETANEWS.ID, KUDUS – Pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus harus kerja keras demi memutus mata rantai penularan. Berbagai upaya sudah digalakkan demi menekan penularan, meski hasilnya hingga saat ini Kudus masih belum bergeser dari zona oranye. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus, HM Hartopo mengingatkan, agar masyarakat Kudus selalu menaati protokol kesehatan.Khususnya di tempat-tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan.
Meski pihaknya mendukung secara penuh untuk mengembangkan tempat wisata yang ada di Kudus, tetapi ia menegaskan, akan menutup tempat pariwisata yang tidak taat protokol kesehatan.
Baca juga : Ganjar Tak Segan Tutup Tempat Wisata dan Penyedia Jasa Lain yang Tidak Siapkan Sarpras 3M
“Termasuk pariwisata yang tidak taat protokol kesehatan akan kami tutup. Melihat saat ini Kudus yang masih zona oranye, jadi harus tegas,” katanya saat ditemui di Command Center Diskominfo, Kabupaten Kudus, Rabu (25/11/2020).
Dalam upaya mengoptimalkan potensi wisata yang ada di Kudus, pihaknya mengimbau agar membentuk tim kreator untuk pengembangan wisata. Setiap desa nantinya bisa menggali potensinya masing-masing.
“Harapan kami geneasi muda tidak menganggur, bisa diberdayakan dan berperan untuk pengembangan wisata. Wisata di Kudus belum ada yang dikatakan maju, baru berkembang dan rintisan. Saya akan mendorong untuk pengembangan wisata, semoga tahun depan wisata berkembang sudah menjadi maju,” terangnya.
Baca juga : Launching Wisata Baru di Japan, Bergas: ‘Pengelola Wisata di Kudus Harus Saling Bersinergi’
Hartopo juga meminta kepada para camat dan kepala desa untuk melakukan pendampingan. Agar potensi wisata bisa di setiap desa bisa terus berkembang. Selain itu, dalam pengembangan wisata jangan sampai mengesampingkan protokol kesehatan.
“Kepala desa harus bisa selalu memberi motivasi dan menggerakkan para pemuda, supaya potensi desa bisa terus dikembangkan,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

