BETANEWS.ID, MAGELANG – Even akbar tahunan Borobudur Marathon 2020 akan digelar pada 15 November mendatang. Perhelatan sport tourisme di Jawa Tengah tersebut, peserta akan berlari secara virtual. Hal ini terjadi karena diselenggarakan pada masa pandemi.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, Borobudur Marathon 2020 diselenggarakan tak lama setelah terselenggaranya Tour de Borobudur. Usai menutup kegiatan Tour de Borobudur, Ganjar langsung melaunching event Borobudur Marathon.
“Setelah Tour de Borobudur, sekarang kita serahterimakan ke Borobudur Marathon. Jadi event tetap jalan, namun dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Ganjar saat launching Borobudur Marathon, Sabtu (31/10/2020) di Magelang.
Baca juga: Tak Jauh dari Borobudur, Ini Destinasi Wisata Svarga Bumi di Magelang yang Lagi Hits
Ganjar menjelaskan, awalnya memang ada keraguan menggelar sejumlah event termasuk Borobudur Marathon. Namun karena inovasi dan kreasi penyelenggara, maka event ini tetap bisa jalan.
“Konsepnya hybrid, jadi ada dua konsep yakni ada yang lari beneran di Borobudur dan ada yang lari virtual. Yang lari beneran ini, kami undang para atlet dan profesional, dan hanya 30 pelari saja,” terangnya.

Sementara yang lainnya, bisa mengikuti event ini dengan cara virtual. Mereka bisa berlari di tempat masing-masing dan tetap akan dicatat sebagai peserta.
“Ternyata antusiasme masyarakat tinggi. Yang ikut lari virtual itu ada 9.090 orang. Jadi ini sport tourism bisa jalan, dan event tetap terselenggara dengan baik,” katanya.
Baca juga: Tour de Borobudur Dimulai, Seribu Peserta Dilepas Bertahap Hingga Oktober
Memang perhelatan Borobudur Marathon tahun ini tidak bisa memberikan dampak besar pada sektor ekonomi. Sebab, pembatasan peserta dilakukan, sehingga orang tidak bisa berbondong-bondong datang ke Borobudur.
“Kalau tahun lalu kan orang bisa berbondong-bondong datang, mengajak keluarga, teman dan membuat Balkondes penuh, UKM laris dan lainnya. Kalau tahun ini sepertinya tidak. Tapi ini sekaligus belajar, bahwa event besar Borobudur Marathon tidak hilang, tapi dimanajemen yang baik dan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ucapnya.
Editor: Suwoko

