31 C
Kudus
Selasa, September 21, 2021
spot_img
BerandaKUDUSRSUD Kudus Tambah...

RSUD Kudus Tambah Alat Ekstraksi Robot, Sehari Bisa Periksa 400 Sampel Tes Swab

BETANEWS.ID, KUDUS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi Kabupaten Kudus menambah alat ekstraksi robotik untuk tes swab. Alat tersebut digunakan untuk membantu memaksimalkan alat Real Time-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) agar maksimal.

Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus Abdul Aziz Ahcyar menuturkan, alat ekstraksi robotik berfungsi untuk mendukung RT-PCR. Dengan adanya alat tersebut, dalam sehari pihaknya bisa memeriksa hinggal 400 sampel tes swab.

“Pengadaan alat ini untuk memaksimalkan pengoperasian alat RT-PCR yang ada,” tuturnya Sabtu (17/10/2020).

- Ads Banner -

Dia membandingkan, selama ini dalam melakukan ekstraksi sampel masih menggunakan cara manual. Dalam sehari pihaknya pun hanya mampu memproses sekitar 100 sampel saja.

“Kalau ada alat ekstraksi robotik ini perkiraan bisa 400an sampel. Hasil swabnya pun tentu akan semakin banyak,” terangnya.

Aziz memberitahukan, saat ini di Laboratoriun Biomolekuler RSUD dr Loekmono Hadi Kudus terdapat antrean sampel sekitar 500an untuk dites swab. Sampel tersebut tidak hanya datang dari RSUD dr Loekmono Hadi saja, melainkan dari enam rumah sakit rujukan di Kudus dan dari kabupaten sekitar.

“Di luar Kudus juga ada. Terutama kabupaten-kabupaten sekitar Kudus yang sedang melakukan tracking,” tambah Aziz.

Pihaknya berharap dengan adanya alat ekstraksi robotik baru tersebut, antrean sampel yang akan dites swab bisa segera kelar. Sehingga tidak ada penumpukan antrean di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

Dikatakan Aziz, alat ekstraksi robotik akan mulai dioperasikan Senin (19/10/2020) mendatang. Saat ini, alat sedang dilakukan uji fungsi.

“Ini alatnya sudah datang. Baru uji fungsi. Kalau nanti lancar Senin depan langsung dipakai,” tuturnya.

Dalam pengadaan alat ekstraksi robotik, anggaran yang dikeluarkan sejumlah Rp 700 juta. Anggaran tersebut diambil dari Dana Tidak Terduga APBD tahun 2020.

Sementara itu, Plt Bupati Kudus HM Hartopo sangat mendukung adanya alat ekstraksi robotik. Menurutnya, alat tersebut dapat menunjang alat RT-PCR agar mendapatkan hasil secara maksimal.

“Semakin banyak sampel yang diproses dalam sehari, maka pemerintah bisa semakin cepat melakukan penanganan Covid-19,” tuturnya.

Pihaknya akan berupaya terus meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama dalam penanganan Covid-19.

“Semakin cepat hasil swab diketahui, semakin cepat proses trackingnya,” tuntas Hartopo.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler