31 C
Kudus
Jumat, November 27, 2020
Beranda Kisah Kisah Janda Anak...

Kisah Janda Anak Tiga Lanjutkan Usaha Bikin Cobek Batu Peninggalan Mendiang Suami

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara gergaji mesin terdengar memekakkan telinga di sebuah lokasi di Dukuh Lemah Sawah, Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kudus. Tampak di lokasi tersebut mesin gergaji membelah sebuah batu besar di atas lori yang didorong oleh seorang pria. Sedangkan di bagian lain, tampak seorang pria sedang menggerinda cobek dari batu. Tak berselang lama, datanglah seorang perempuan membawa nasi dan lauk untuk para pekerja itu. Perempuan tersebut yakni Kartini (37) pemilik dari usaha kerajinan batu Selo Waskito.

Seusai menyiapkan makan siang untuk para pekerjanya, perempuan yang akrab disapa Tini itu sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, usaha kerajinan dari batu bernama Selo Waskito dirintis oleh Almarhum suaminya sejak 2008. Menurutnya, usaha kerajinan batu tersebut pelanggannya sudah lumayan banyak ketika sang suami masih hidup.

Proses pembuatan cobek batu. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Tak Patah Semangat Berkali-kali Bangkrut, Ardi Temukan Kesuksesan di Resto Ulam Sari

“Pembuatan kerajinan dari batu juga sudah menggunakan mesin. Namun, sayang usaha saya ini pernah tertimpa musibah tanah longsor. Semua mesin tertimbun tanah. Lebih nahas lagi tidak berselang lama suamiku meninggal karena penyakit,” ujar Tini kepada betanews.id dengan raut muka sedih, Selasa (20/10/2020).

Perempuan yang tinggal masih satu desa dengan tempat usahanya itu mengatakan, setelah suaminya meninggal, otomatis usaha kerajinan batu Selo waskito berhenti total. Sebab, sebelumnya ia memang tidak tahu menahu tentang usaha kerajinan dari batu. Karena dulu itu dihandel semua oleh almarhum suaminya.

Dia mengaku, saat itu kebingungan antara melanjutkan usaha kerajinan batu tersebut atau tidak. Namun, atas dorongan dan suport sahabat mendiang suaminya, ia pun memutuskan untuk melanjutkan usaha peninggalan suaminya tersebut.

“Saat itu, banyak teman suami yang bilang agar usaha kerajinan batu suami dilanjut saja. Sayang, sebab sudah punya banyak pelanggan. Saya pun menyetujuinya. Serta mempekerjakan dua orang perajin,” ungkapnya.

Perempuan yang sudah dikaruniai tiga anak itu menuturkan, mulai usaha kerajinan batu dari nol. Lokasi kerja terkena longsor diperbaiki. Mesin gergaji batu yang tertimbun tanah longsor diperbaiki dan disetting ulang. Setelah siap semua, kemudian mulai beroperasi. Dia mengatakan, memproduksi aneka perabot dari batu.

Di antaranya, cobek plus ulekan di jual mulai Rp 25 ribu sampai Rp 350 ribu. Harga tergantung diameter cobek. Ia juga produksi lumpang plus alu yang dijual dengan harga Rp 50 ribu hingga Rp 300 ribu. Harga ditentukan oleh ukurannya. Ada juga wastafel yang dibandrol mulai Rp 700 ribu sampai Rp 1,5 juta. Khusus untuk wastafel harga ditentukan oleh ukuran serta jenis batunya.

“Kalau pakai bahan batu andesit agak murah, yang agak mahal itu wastafel berbahan batu marmer lokal. Saya juga menerima pesanan pembuatan batu nisan, cepuri pusara orang meninggal, meja batu, terus umpak penyangga saka dan lain sebagainya. Pokoknya apa yang dipesan pelanggan, kami layani,” ungkapnya.

Dia mengatakan, selain cobek, ulekan, lumpang dan alu, ia memproduksinya saat ada pesanan saja. Namun, untuk perabot dapur pengulek dan penumbuk bumbu itu dia produksi setiap hari. Sebab memang ada beberapa bakul yang siap menampung hasil kerajinannya tersebut. Bahkan saat ini sebenarnya ada banyak pesanan, tapi dia mengaku terkendala bahan baku.

Baca juga : Demi Bakti pada Ibu, Semangat Ali Membesarkan Jenang Armina Kini Membuahkan Hasil

“Bahan baku selama ini kami disetori batu dari pegunungan dan sungai dari Desa Rahtawu. Namun sayangnya itu, karena proses pengambilan batunya itu manual, jadi pengiriman batu bahan dasar cobek dan perabot lainnya itu sering telat,” tuturnya.


Dia berharap usahanya tersebut makin lancar dan berkembang. Pelanggan makin banyak. Sebab hanya usaha itulah tumpuan penghasilannya untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan membiayai ketiga anaknya. “Semoga usah saya diberi kelancaran oleh Sang Kuasa,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

27,184FansSuka
13,973PengikutMengikuti
4,307PengikutMengikuti
23,029PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

UMK Eks Karesidenan Pati, Rembang Terendah Kudus Tertinggi

BETANEWS.ID, MAGELANG - Upah Minimum Kabupaten (UMK) di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2020. Kenaikannya bervariasi mulai dari...

Kue Kamir Khas Arab, Pertama di Kudus yang Kini jadi Primadona

BETANEWS.ID, KUDUS - Di tepi Jalan KH Ahmad Dahlan sebelah barat Perempatan Sucen, Kelurahan Kerjasan, Kecamatan Kota, Kudus tampak terlihat kedai penjual...

Awalnya Hanya Hobi Ternak Ikan Guppy, Gankzoe’s Malah Mampu Ekspor

BETANEWS.ID, KUDUS - Di ruangan sebuah rumah yang berada di RT 8 RT 3 Gang Sendrong, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten...

Nganggur 8 Bulan Akibat Pandemi, Ari Bangkit Jualan Tanaman Hias di Tepi Jalan

BETANEWS.ID, KUDUS - Di tepi jalan sebelah lapangan sepak bola Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, tampak mobil pikap yang mengangkut...

Tolak Gaji Rp 25 Juta Per Bulan di Jepang, Safuan Pilih Rintis Usaha Produksi Pupuk Organik

BETANEWS.ID, KUDUS - Beberapa pria tampak sedang sibuk di sebuah pekarangan di Dukuh Bonajar RT 2 RW 6, Desa Puyoh, Kecamatan Dawe,...

Pemkab Kudus Tak Larang Gelar Pesta Pernikahan, tapi Jangan Ada Panggung Hiburan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menegaskan tidak pernah melarang gelaran pesta pernikahan selama masa pandemi. Namun, pihaknya terus mengimbau pelaksanaannya...

Nissan Beri Diskon Gila-Gilaan Jelang Akhir Tahun Ini

BETANEWS.ID, KUDUS - Bagi Anda yang tengah mencari mobil jenis Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) , Multi Purpose Vehicle (MPV) ataupun Sport...