31 C
Kudus
Sabtu, Oktober 24, 2020
Beranda Jateng Penegakan Hukum Terkait...

Penegakan Hukum Terkait Protokol Kesehatan Diminta Diperketat

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat laporan, bahwa pelaksanaan penegakan hukum terkait protokol kesehatan sudah dilaksanakan serentak di Jawa Tengah sejak awal September lalu. Sampai saat ini, tercatat ada 25.669 orang yang terjaring operasi protokol kesehatan itu.

Hal itu disampaikan kepada Ganjar dalam rapat yang dielar secara virtual bersama dengan seluruh Kepala Satuap Polisi Pamong Praja (Satpol PP) se Jawa Tengah, Senin (14/9/2020).

“Mereka dihukum dengan ketentuan masing-masing daerah. Ada yang diminta kerja sosial dengan membersihkan lingkungan, penyitaan KTP dan hukuman lain,” kata Kasatpol PP Provinsi Jateng, Budiyanto.

Baca juga : Dua Hari Penerapan Sanksi, Ratusan Warga Kudus Kena Razia Masker

Budiyanto menerangkan, operasi penegakan hukum akan terus dilakukan. Bahkan pihaknya sedang menyusun rencana, untuk pelaksanaan operasi serentak kembali dilakukan pada Oktober bulan depan.

“Ada 175 operasi yang kami rencanakan secara serentak di bulan Oktober nanti. Tiap-tiap daerah, minimal ada lima titik operasi,” jelasnya.

Dari evaluasi pelaksanaan operasi penegakan hukum selama ini, Budiyanto menerangkan, bahwa masih banyak masyarakat yang ngeyel. Selain itu, pemenuhan sarana prasarana bagi petugas Satpol PP juga harus dipenuhi.

Hal senada disampaikan Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto. Kepada Ganjar, Fajar mengeluhkan terkait hukuman protokol kesehatan yang kurang memberikan efek jera.

“Ada warga yang dihukum nyapu jalan atau push up, mereka malah senyum dan selfie ria. Ada yang nekat minta difotokan petugas Satpol. Jadi, menurut kami, hukuman ini harus benar-benar yang memberikan efek jera,” ucap Fajar.

Sementara itu, Ganjar mengatakan, bahwa evaluasi penegakan hukum di Jateng memang perlu dilakukan. Untuk itu, ia sengaja mengumpulkan seluruh Satpol PP di Jateng untuk menggelar rapat terkait ini.

“Tapi intinya, saya minta seluruh Satpol PP se Jateng secara intens tetap melakukan penegakan hukum. Sambil kita evaluasi, apa saja yang kurang saat mereka melakukan penegakan hukum, apakah sarana prasana, kelengkapan APD dan lainnya. Intinya, semuanya harus dilengkapi, jangan sampai membahayakan Satpol PP dalam bertugas,” katanya.

Satpol PP se Jateng lanjut Ganjar, diminta membuat jadwal penanganan dan melihat momentum atau event yang terjadi sampai akhir tahun. Misalnya, akan ada berapa banyak hari besar agama, ada berapa event yang akan digelar dan ada berapa tren yang meningkat dalam masyarakat. Semuanya harus terdata dan dilakukan antisipasi-antisipasi.

“Saya contohkan, akhir-akhir ini marak lomba lari liar di Jalan Pahlawan Semarang. Ternyata, ini tren nasional, saya lihat di daerah lain misalnya Bekasi juga sama. Jadi ini harus dilakukan pencegahan,” ucapnya.

Patroli rutin lanjut Ganjar harus dilakukan untuk mencegah adanya pelanggaran-pelanggaran protokol kesehatan. Patroli warung, restoran, tempat pariwisata, kantor, sekolah harus terus dilakukan.

Baca juga : Pelanggar Masih Tinggi, Razia Masker Diperluas Sampai ke Desa-Desa

“Saya minta semua dinas melakukan review terkait ini. Warung Bu Fat di Semarang jadi klaster, artinya ada potensi warung lain juga terjadi seperti itu. Maka harus diantisipasi, dilakukan tindakan di destinasi wisata, kuliner, pasar, perkantoran, sekolah dan lainnya. Saya minta semuanya direview dengan ketat,” tegasnya.

Terkait hukuman pada pelanggar disiplin, Ganjar mengatakan, masukan dari Satpol PP dalam evaluasi ini akan menjadi catatan.

“Karena ini sudah berjalan, jadi kami evaluasi. Apakah ada efek jeranya atau tidak. Biro Hukum saya minta evaluasi, mengajak ahli pidana untuk membahas itu. Kami berharap, hukuman nantinya bisa dilaksanakan dengan baik dan benar-benar memberikan efek jera,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

26,317FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,295PengikutMengikuti
21,002PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Nekat Jual Motor untuk Modal, Lastri Kini Sukses Jual Semangka yang Laku 3,5 Ton Sehari

BETANEWS.ID, KUDUS - Di tepi Jalan Babalan-Prawoto, tepatnya di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, tampak dua orang sedang menaikkan semangka ke...

Penampilan Makin Cantik dengan Busana yang Selalu Ikut Tren di Klamby.clo

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pengunjung terlihat sedang memilih-milih pakaian di sebuah toko, Kamis (15/10/2020). Dengan dibantu seorang wanita muda berhijab hijau, mereka...

Beli Produk 104 Toko Online di UKM Virtual Expo Semuanya Gratis Ongkir

BETANEWS.ID, SEMARANG – Sebanyak 104 toko online di Jawa Tengah mengikuti pameran produk UMKM secara virtual bertajuk UKM Virtual Expo. Acara yang...

Banyak Pesanan Pelat Motor LED, Omzet Omah Letter Bisa Rp 4 Juta Sehari

BETANEWS.ID, DEMAK - Puluhan pelat nomor terpasang di sebuah papan yang berada di tepi Jalan Raya Demak-Kudus, Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Demak....

Ini Tips Memilih Semangka yang Matang Agar Tak Menyesal Saat Sampai Rumah

BETANEWS.ID, KUDUS - Beberapa orang pembeli terlihat sedang memilih semangka di sebuah lapak yang berada di tepi jalan Babalan-Prawoto masuk Desa Kalirejo,...

Gapoktan Desa Gondoharum Minta Tambahan Jalan yang Belum Terealisasi Saat TMMD

BETANEWS.ID, KUDUS – Dandim 0722 Kudus, Letkol Kav Indarto terlihat sedang menandatangi sebuah naskah di Pendapa Kabupaten Kudus. Dengan didampingi Plt Bupati...

Peringatan Hari Santri di Jateng Digelar Virtual, Ini Lomba yang Bisa Diikuti Santri

BETANEWS.ID, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memastikan puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2020 di Jawa Tengah akan diselenggarakan secara...