BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua DPRD Kabupaten Kudus Masan mengusulkan setiap kecamatan mempunyai sekolah dasar (SD) unggulan pada tahun 2021. Rencana tersebut menurutnya akan diawali di dua kecamatan terlebih dahulu. Mengingat keseluruhan kecamatan di Kudus sejumlah sembilan.
Masan menjelaskan, dua kecamatan yang akan diusulkan terlebih dahulu yakni di Kecamatan Undaan dan Bae. Menurutnya, dengan berhasilnya SD unggulan di dua kecamatan tersebut, nantinya SD unggulan serupa juga akan dibangun di kecamatan lainnya.
“Sekolah unggulan itu perlu untuk bersaing dengan sekolah swasta yang majunya sangat pesat,” tuturnya saat meninjau sekolah rusak di SDN 2 Purwosari, Jumat (19/9/2020).
Baca juga : Viral di Medsos, Ketua DPRD Kudus Langsung Sidak SDN 2 Purwosari yang Gedungnya Rusak
Dia menuturkan, satu di antara pesatnya sekolah swasta karena bisa menerima iuran dari wali murid. Sedangkan sekolah negeri tidak bisa. Maka dari itu, seluruh sarana prasarana yang memenuhi yakni pemerintah.
“Ibarat pertandingan tinju, sekolah negeri itu diikat tangannya. Melawan sekolah swasta yang bebas menggunakan iuran. Jadi bisa berkembang pesat,” jelasnya.
Secara teknis, kata Masan, pembangunan sekolah unggulan nantinya akan diregrouping. Meskipun nantinya akan memanfaatkan sekolah yang sudah ada, pembangunan akan dimulai dari nol.
“Sekolah itu nantinya akan dibangun bagus dan memiliki sarana prasarana yang mendukung,” tuturnya.
Masan merinci, untuk pembangunan SD unggulan nantinya setiap lokasi akan memakan biaya sekitar Rp 4 miliar hingga Rp 6 miliar. Jika nanti anggaran pada APBD 2021 tidak mencukupi untuk membangun di dua tempat. Pembangunan akan diprioritaskan di Kecamatan Undaan. “Prioritas kita bangun di daerah pinggiran kota dulu,” terangnya.
Sementara itu, dalam rencana pembangunan SD unggulan, ternyata masih ada sejumlah sekolah yang kondisinya rusak.
Baca juga : Empat Kelas di SDN 2 Purwosari Atapnya Terancam Ambruk
Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus Harjuno Widodo menuturkan masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperbaiki sejumlah sekolah rusak. Menurutnya, pada tahun 2021 terdapat 25 buah sekolah yang diprioritaskan akan diperbaiki.
“Total ada 25 sekolah rusak yang akan menjadi prioritas untuk perbaikan pada tahun depan,” tuturnya.
Editor : Kholistiono

