31 C
Kudus
Kamis, Februari 29, 2024

Jika Dipaksa Tutup, Pemilik Kandang Ayam Minta Ganti Rugi

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemilik kandang ayam di Desa Panjang, RT 01 RW 03, Kecamatan Bae, Kudus, Aliman Dukin meminta ganti rugi jika usaha peternakannya dipaksa tutup. Peternakannya itu, dinilai warga sekitar dianggap mengganggu, karena mencemari warga.

Aliman Dukin menuturkan, dirinya diundang untuk audiensi di Kantor Kepala Desa Panjang dikiranya untuk membantu menyelesaikan persoalan yang ada. Namun, saat kegiatan berlangsung, dirinya merasa diadili untuk menutup usaha peternakannya.

“Saya kira, datang untuk dikasih solusi. Eh malah divonis untuk menutup kandang. Inikan tidak adil. Saya mau menutup usaha saya, namun harus ada ganti rugi,” tuturnya selepas Audiensi di Balai Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Selasa (29/9/2020).

Aliman Dukin, Pemilik Kandang Ayam. Foto: Imam Arwindra

Baca juga : Warga Geruduk Balai Desa Panjang, Tuntut Peternakan Ayam Ditutup

Dia menjelaskan, modal untuk membangun bisnis peternakan tersebut yakni Rp 500 juta. Menurutnya, uang modal tersebut digunakan untuk membeli lahan seluas 500 meter persegi dan ayam petelur sejumlah 1.000 ekor.

“Kalau langsung ditutup saya tidak bisa. Harus ganti rugi uang Rp 500 juta,” terangnya.

Aliman Dukin menggerutu, dirinya merasa usaha yang dibangun dari satu tahun yang lalu aman-aman saja. Namun, mengapa saat ini dipermasalahkan oleh masyarakat. Pihaknya pun mengaku akan siap menempuh jalur hukum jika dirinya dipaksa menutup tanpa ada ganti rugi.

“Saya mempunyai izin dari warga sekitar, jaraknya jauh dari lingkungan pemukiman,” tuturnya yang tinggal berdomisili di Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

Menurutnya, dirinya bukan termasuk peternak besar, namun hanya petani dengan kapasitas ayam petelur 1.000 ekor. Dia juga mengaku sudah mencoba mengurus perizinan yang disyaratkan.

“Kalau tidak ada solusi terbaik, silakan lanjut ke jalur hukum. Apa nantinya menang atau kalah, saya menghormati keputusan hukum,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Panjang Eko Oktavian menuturkan, warganya ingin usaha peternakan ayam tersebut segera ditutup. Menurutnya, selain mencemari lingkungan sungai, bau yang dihasilkan dari peternakan tersebut sangat mengganggu warga sekitar.

“Jadi baunya sangat menyengat sekali. Juga ada lalat serta kotoran ayam dibuang ke sungai,” tuturnya.

Baca juga : Warga Pasuruhan Kidul Geruduk Balai Desa, Tuntut Pabrik Tahu Ditutup

Namun, pihaknya menyerahkan kegiatan penutupan tersebut kepada Satpol PP Kabupaten Kudus. Menurutnya, lembaga tersebut yang tepat untuk menegakkan Perda. Mengingat usaha tersebut ternyata tanpa izin.

“Kami mohon Satpol PP bisa melakukan penindakan kepada yang bersangkutan. Karena ini untuk meredam keresahan masyarakat,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER