31 C
Kudus
Kamis, Oktober 1, 2020
Beranda Kudus Dua Pabrik Tahu...

Dua Pabrik Tahu Ditutup, Pengusaha : ‘Saya Tidak Langsung Stop, Masih Berpatokan Pada Berita Acara’

BETANEWS.ID, KUDUS – Di luar Balai Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, sekitar 60 warga terdengar berorasi meminta pabrik tahu di desanya ditutup. Sedangkan, di dalam ruangan terlihat sejumlah orang sedang beraudiensi terkait pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik tahu.

Proses audiensi warga dengan pengusaha tahu dikawal oleh pihak kepolisian dan TNI. Terlihat juga ada perwakilan pihak Kecamatan Jati, Satpol PP dan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus.

Koordinator Aksi Mintarno menuturkan, warga sudah tidak tahan dengan bau yang dihasilkan dari limbah pabrik tahu tersebut. Menurutnya, selain sungai dan lahan persawahan, air bersih yang berada di sekitar pabrik juga ikut tercemar.

Audiensi terkait dengan pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik tahu di Desa Pasuruhan Kidul. Foto: Imam Arwindra

Baca juga : Warga Pasuruhan Kidul Geruduk Balai Desa, Tuntut Pabrik Tahu Ditutup

“Airnya sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Buat mandi juga tidak layak. Ada baunya,” tuturnya di sela-sela melakukan audiensi, Rabu (16/9/2020).

Mintarno menuturkan, karena limbahnya mencemari lingkungan dan pabrik ternyata tidak memiliki izin, pihaknya meminta agar pabrik tahu tersebut berhenti beroperasi. Menurutnya, dengan ditutupnya pabrik tahu tersebut, pencemaran lingkungan tidak semakin meluas.

“Ada dua pabrik di Desa Pasuruhan Kidul. Yakni di RT 06 RW 02 dan RT 03 RW 01,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Jati Djunaedi menuturkan, pihaknya memfasilitasi proses audiensi antara warga yang terdampak limbah dengan pengusaha tahu. Menurutnya, dari hasil audensi tersebut, pihaknya merekomendasikan agar pabrik tahu ditutup.

“Karena melihat izinnya belum lengkap dan adanya penolakan dari warga karena dianggap mengganggu, kami merekomendasikan untuk ditutup,” tuturnya.

Menurutnya, pabrik tahu tersebut sudah diberi toleransi warga sejak tahun 2016. Namun hingga saat ini, izin belum diselesaikan dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga belum diperbaiki.

“Sebenarnya warga sudah merekomendasikan sekitar empat tahun. Karena belum ada perubahan, kami merekomendasikan untuk ditutup,” jelasnya.

Menurut Djunaedi, pengusaha bisa memproduksi tahu lagi, jika semua izin sudah didapatkan. Selagi belum ada izin, pabrik tahu harus berhenti beroperasi. “Satu di antara izinnya yakni harus mendapatkan tanda tangan warga sekitar usaha,” tambahnya.

Diketahui, pabrik tahu yang diprotes warga karena limbah terdapat dua tempat. Pertama berlokasi di RT 03 RW 01 yakni milik Zuchron. Sedangkan kedua yakni di RT 06 RW 02 milik Rahmat Agus Salim.

Satu di antara pemilik pabrik tahu Rahmat Agus Salim menuturkan, pihaknya mengaku kurang puas dengan keputusan yang diberikan. Menurutnya, dirinya tidak akan berhenti dan tetap berpedoman dengan berita acara tanggal 31 Agustus 2020.
“Saya masih berpedoman dengan aturan-aturan dan berita acara,” tuturnya.

Baca juga : Tuntut Diizinkan Manggung Lagi, Biduan di Kudus Demo Sambil Joget di Jalanan

Menurutnya, dalam berita acara yang dilakukan di Kantor Satpol PP pukul 8.30-11.30 WIB, pihaknya masih diberikan kesempatan hingga tanggal 31 Oktober 2020 untuk melengkapi izin dan IPAL. “Saya kan baru diberi SP (surat peringatan) satu. Masih ada SP dua dan tiga,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Salim, dirinya mengaku izin sudah keluar semua, tinggal izin mendapatkan tanda tangan dari warga sekitar lokasi usaha.

“Izin yang belum itu dari warga. Alasannya sama. Dialihkan ke anak-anaknya,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

Tinggalkan Balasan

26,079FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,290PengikutMengikuti
19,146PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Nekat, Maling Bobol Rumah Orang Tua Kapolres Bintan di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS - Rumah orang tua Kepala Kepolisian (Kapolres) Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) AKBP Bambang Sugihartono disatroni pencuri, Minggu (27/9/2020) siang....

Warga Geruduk Balai Desa Panjang, Tuntut Peternakan Ayam Ditutup

BETANEWS.ID, KUDUS - Puluhan warga terlihat berbondong-bondong datang ke Balai Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Kedatangan mereka untuk melakukan audensi terkait...

Tak Patah Semangat Berkali-kali Bangkrut, Ardi Temukan Kesuksesan di Resto Ulam Sari

BETANEWS.ID, KUDUS - Beberapa mobil dan motor tampak terjajar di area parkir restoran di tepi utara Jalan Museum Kretek, Desa Getas Pejaten,...

Terbaru! Wisata River Tubing di Cengkir Manis yang Siap Pacu Adrenalinmu

BETANEWS.ID, KUDUS - Puluhan orang tampak mengunjungi Wisata Cengkir Manis, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Mereka terlihat memanfaatkan fasilitas yang ada...

Kasus Covid-19 Turun 50 Persen, Jateng Nihil Zona Merah di Minggu ke-39

BETANEWS.ID, SEMARANG - Langkah serius Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menangani Covid-19 membuahkan hasil. Pada pekan ke-39 sejak pandemi diperkirakan muncul pada...

Ribuan Kue Bolang-Baling Nyah Kobong Terjual Setiap Hari, Benar-Benar Legendaris

BETANEWS.ID, KUDUS - Beberapa orang terlihat antre di samping etalase yang ada di rumah tepi Jalan Johar, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Di...

Ganjar Sepakat Kasus Dangdutan di Kota Tegal Diproses Pidana

BETANEWS.ID, SEMARANG – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta Polri untuk memproses penyelenggara konser dangdut di...