BETANEWS.ID, KUDUS – Target Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus yang ingin menurunkan zona Covid-19 jadi hijau di Agustus dipastikan akan sulit terealisasi. Mengingat, kasus positif masih tinggi dalam beberapa minggu ini.
Plt Bupati Kudus HM Hartopo menuturkan, saat ini Kabupaten Kudus berada di zona merah yang mengarah ke hitam. Hal tersebut terjadi karena kasus positif Covid-19 di Kudus terus naik.
“Kudus ini zonanya sudah gelap. Merah ke arah hitam,” tuturnya saat ditemui selepas Rapat Paripurna di Kantor DPRD Kudus, Selasa (28/7/2020).
Beralihnya merah menuju hitam menurut Hartopo, lantaran banyak ditemukannya kasus kematian yang terkonfirmasi positif Covid-19. Walau pasien yang meninggal keseluruhan tidak murni terkena Covid-19 melainkan karena penyakit penyerta.
“Ke arah hitam, itu indikatornya kasus kematian Covid-19 dan suspek meningkat,” jelasnya.
Baca juga: Pemkab Kudus Siapkan Sanksi Sosial Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan
Menurut Hartopo, saat ini peningkatan kasus Covid-19 di Kudus dalam sehari pernah mencapai 40 kasus. Namun untuk pasien Covid-19 yang sembuh hanya tujuh orang saja.
“Sehari yang positif (Covid-19) bisa 40 kasus, 20 kasus dan 27 kasus. Namun yang sembuh cuma tujuh. Pernah kemarin positif 40 orang, sembuh 30 orang. Jadi trennya naik terus,” tutur Hartopo.
Peningkatan kasus tersebut, kata Hartopo, juga tidak lepas dari skrening massal yang telah dilakukan. Skrening massal ini sudah mulai dilakukan sejak Juni.
“Kita mulainya dulu kan saat bisa tes swab sendiri. Dan sehari bisa 90 sampel,” katanya.
Baca juga: Hari Ini di Kudus Tambah 42 Kasus Positif Covid-19
Hingga saat ini, lanjut Hartopo, pihaknya sudah melakukan pelacakan sekitar 2.500 orang. Mayoritas orang tersebut yakni yang memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19.
“Kudus tidak bisa diam. Ada kontak traking dengan pasien kita harus melacak. Kita langsung swab,” tuturnya.
Sementara itu, Per 29 Juli 2020 pukul 20.00 WIB jumlah kasus Covid-19 di Kudus yakni 797 kasus. Terdiri dari pasien dirawat 108 orang, 199 orang melakukan isolasi mandiri, 371 orang sembuh dan 91 orang meninggal.
Editor: Ahmad Muhlisin

