BETANEWS.ID, KUDUS – Sebuah mobil pick up tampak memasuki halaman kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus. Mobil berwarna putih tertulis PLN di bagian pintu itu mengangkut sejumlah sembako. Satu di antara orang di sana yakni Mustopa Rizal (32), Manajer PLN UP3 Kudus.
Pria yang akrab disapa Rizal itu menjelaskan kepada betanews.id tentang sembako yang merupakan bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan itu merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang ditujukan untuk membantu penanggulangan Covid-19. Selain itu juga, sebagai persiapan menghadapi kondisi new normal di Kudus.

Baca juga : Pemdes Menawan Salurkan Bantuan untuk Belasan Warganya
“Kami berharap dengan bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. Ini bagian dari program PLN Peduli, mendukung pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19,” terangnya, Jumat (19/6/2020).
Dirinya juga merinci dukungan tersebut, di antaranya berupa 6.000 masker, multivitamin, dan papan-papan edukasi yang disalurkan kepada BPBD Kabupaten Kudus. Selain itu, Yayasan Baitul Maal (YBM) PT PLN (Persero) UP3 Kudus juga turut berpartisipasi dengan memberikan bantuan berupa 50 paket sembako berisi beras, mi instan, minyak, dan gula.
Sementara itu, Bergas Catursasi Penanggungan (45), Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus mengatakan, di era new normal, masyarakat harus mengubah pola hidup. Sudah saatnya meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan.
“Masyarakat harus segera menyesuaikan kenormalan baru ini. Harus disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, jaga jarak, serta kebiasaan cuci tangan,” jelas pria yang akrab disapa Bergas itu.
Baca juga : 1.069 Warga Kudus Terima Bantuan Rp 600 Ribu dari Kemensos
Menurutnya, stok masker hingga sampai saat ini masih bisa dikatakan cukup. Sedangkan untuk tempat cuci tangan masih perlu pengadaan lagi, khususnya di tempat umum. Dia juga berharap masyarakat bisa ikut berberan aktif dalam merawat tempat cuci tangan yang ada.
“Jadi tidak hanya pengadaan saja. Kalau ada, tapi tidak dirawat ya percuma. Saya berharap masyarakat juga ikut dalam melakukan perawatan,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

