31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaJATENGLewat Jogo Tonggo,...

Lewat Jogo Tonggo, Warga Jomblang Terdampak Corona Bisa Makan Gratis di Dapur Umum

BETANEWS.ID, SEMARANG – Siang itu, beberapa perempuan tampak sibuk memotong-motong buncis, kubis dan menggoreng perkedel. Sementara itu, para lelaki terlihat menata kursi-kursi biru di halaman rumah warga yang disulap menjadi dapur umum.

Kegiatan di RW 03 Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang itu memang baru terlihat beberapa hari ini. Pendirian dapur umum itu untuk melaksanakan Program Jogo Tonggo yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Lurah Jomblang Nurhayati Budiningtyas mengatakan, konsep dapur umum bermula untuk merespon imbas dari Covid-19. Secara gotong royong, warga saling bantu tanpa pamrih.

- Ads Banner -

“Dapur umum di RW 03 ada dua yang melayani kebutuhan makan setiap hari. Ini berkembang, mengingat akses wilayah kampung yang berbukit-bukit. Selain itu ada satu lagi di RW 09 melayani kebutuhan makan seminggu sekali, dengan cara diantar ke rumah-rumah,” jelasnya, Kamis (7/5/2020).

Beberapa warga sedang menyiapkan makanan di Dapur Umum Kelurahan Jomblang, Kamis (7/5/2020). Foto: Ist.

Ia menyebut, konsep seperti ini akan terus disosialisasikannya di kemudian hari. Lantaran, di Kelurahan Jomblang setidaknya ada 1.280 warga yang mendapatkan bantuan terdampak Covid-19.

Di sisi lain, Ketua RW 03 Suryo Setiawan menuturkan, untuk membeli bahan baku makanan, warga bergotong royong mengambil iuran jimpitan. Bahkan, yang memiliki kemampuan lebih bisa menyumbang uang atau beras.

“Di sini jumlah warganya sekitar 350-400 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 150 orang memiliki pekerjaan informal seperti tukang ojek online dan pedagang emperan. Mereka kehilangan pekerjaan,” tuturnya.

Baca juga: Pemuda di Sejumlah Desa di Jepara Bergerak Aplikasikan Program Jogo Tonggo

Suryo melanjutkan, dari hasil jimpitan dan sumbangan warga, kemudian ditampung dalam satu tempat yang digunakan untuk memasak. Setiap hari, ada ratusan porsi makanan dan minuman yang tersaji. Warga pun bebas mengambil, tanpa dipungut biaya.

“Konsepnya swadaya dari warga, untuk membentuk ketahanan pangan. Jadi ketika ada bantuan pemerintah maupun perorangan disalurkan di satu tempat. Kemudian disalurkan kepada warga yang membutuhkan,” imbuhnya.

Suryo berharap, dapur umum ini bisa sedikit meringankan beban mereka yang terimbas Covid-19. Akan tetapi, ia berharap spirit dari saling jaga antar warga tidak luntur meskipun virus tersebut telah musnah.

“Harapannya, semangat dari Jogo Tonggo melalui jimpitan sekaligus ronda tidak hilang. Artinya ketika kita mengambil jimpitan sekaligus menengok tonggo-tonggo, kalau-kalau ada yang kelaparan atau kekurangan. Dengan program ini, mudah-mudahan tidak ada yang kekurangan makan,” harap Suryo.

Baca juga: Begini Konsep Jogo Tonggo yang Diterapkan di Perumahan SUPM Tegalsari Kota Tegal

Seorang warga Jomblang RW 03 Sumadi, mengaku senang dengan adanya dapur umum. Menurutnya, hal itu merupakan solusi dari kesulitan ekonomi yang ia rasakan semenjak dirumahkan.

“Selain bisa berkumpul bersama tetangga-tetangga, saya juga bisa ngirit. Karena sudah sebulanan ini tak bekerja, karena pengunjung warung soto di tempat saya bekerja sepi,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler