BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi selatan Jalan Kudus – Jepara, tepatnya di seberang Pasar Jember, Kudus, tampak sebuah bangunan beratap seng. Di dalamnya, terlihat sebuah rak berisi aneka onderdil sepeda. Di samping rak tersebut, tampak berjajar rapi puluhan sepeda ontel tua. Di antara sepeda tersebut ada seorang pria memakai jaket hitam sedang mengelap rangka satu sepeda tua tersebut. Pria itu yakni Umar (52) pedagang sepeda onta antik satu – satunya di Kudus.

Umar menuturkan, dirinya memang pedagang sepeda onta antik satu – satunya yang ada di Kudus. Bila tidak percaya, kata dia, mempersilakan untuk mengeceknya. Di seluruh Kudus tidak ada penjual sepeda onta antik selain Umar. Dia pun menuturkan, dengan pekerjaannya tersebut tak jarang teman – temanya meledeknya.
“Temen saya ngledeknya begini, ngapain kamu beli sepeda ontel mahal – mahal, bahkan ada yang puluhan juta. Sedangkan sepeda motormu masih motor butut yang harganya palingan dari Rp 2 juta,” ungkap Umar sambil menunjuk motor bututnya.
Umar mengatakan, tidak pernah merasa tersinggung dengan ledekan temannya tersebut. Dia mengakui sepeda dagangannya memang harganya jutaan rupiah. Bahkan ada yang puluhan juta. Karena harga dagangannya yang mahal, Umar lebih memilih menabung atau membelikan sepeda antik lagi jika ada banyak uang.
“Saya kan orang bisnis. Misal ada uang banyak, katakanlah Rp 20 juta. Dari pada saya belikan motor baru mendingan uangnya buat beli sepeda onta antik. Motor baru dijual harganya turun, sepeda antik dijual lagi harganya naik dan saya untung,” jelas pemilik toko sepeda antik bernama Setia Kawan Putra.
Pria yang tercatat sebagai warga Desa Karang Ampel, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus itu menuturkan, toko Setia Kawan Putra merupakan peninggalan orang tuanya. Tokonya tersebut hanya menjual sepeda kuno buatan Eropa. Selain itu, di tokonya tersebut juga menjual aneka onderdil sepeda antik.
“Di toko saya semuanya sepeda antik buatan Eropa. Di antaranya, Inggris, Belanda dan lainnya. Untuk harga, antara Rp 5 juta hingga Rp 32 juta per unit,” ungkap Umar.
Menurutnya, toko Setia Kawan Putra sudah lumayan dikenal. Pelanggannya tidak hanya dari Kudus saja, melainkan seluruh eks Karesidenan Pati, Demak, Semarang, Surabaya bahkan sampai Sulawesi.
“Orang Kudus yang punya sepeda onta bisa dipastikan belinya itu di toko saya. Sekarang yang datang kebanyakan orang luar daerah. Saat ramai, tiga unit sepeda onta antik bisa terjual,” ungkapnya sambil tersenyum.
Editor : Kholistiono

