31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Geger Kota Tegal Lockdown, Ganjar: ‘Tidak, Hanya Isolasi Terbatas’

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membantah adanya keputusan lockdown dari Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono. Dia menegaskan, keputusan yang diambil setelah ada pasien positif corona di daerah itu hanya isolasi terbatas.

“Tidak seseram itu. Saya sudah tanya (ke Wali Kota Tegal), saya sudah mendapat penjelasan. Intinya bukan lockdown, keputusan yang diambil hanya isolasi terbatas agar masyarakat tidak bergerak bebas. Jadi hanya sebatas itu saja,” ujar Ganjar saat mengecek alat rapid test di gudang Dinkes Jateng, Jumat (27/3/2020).

Dia menerangkan, setelah ada pasien yang dinyatakan positif corona, Pemkot Tegal beserta jajarannya untuk mengambil keputusan yang mereka sebut lock down secara lokal di alun-alun. Karena di sana dianggap masih banyak warga yang berkerumun.

-Advertisement-

Namun, setelah kebijakan tersebut diambil, kata Ganjar, ternyata masih banyak warga yang berkerumun. Maka dinaikkanlah statusnya dengan menutup tempat wisata dan hiburan.

“Namun tampaknya kebijakan yang diambil untuk membatasi pergerakan masyarakat tersebut tidak begitu ditaati masyarakat. Banyak orang yang masih berkeliaran di jalan. Maka diambillah keputusan untuk menutup akses jalan masuk ke kota atau kampung menggunakan barier,” ujar Ganjar.

Baca juga: Jateng Sudah Bisa Tentukan Positif Corona Dalam Hitungan Jam

Ganjar juga bertanya kepada Wali Kota Tegal, apakah dengan penutupan akses jalan tersebut masyarakat masih boleh keluar rumah. Dedy menjawab masih boleh.

“Lha kalau gitu bukan lockdown. Kalau lockdown, masyarakat sama sekali tidak boleh keluar rumah. Jadi saya tegaskan, ini bukan lockdown,” tegas Ganjar.

Baca juga: Gunakan Water Canon, Jalanan di Kudus Disemprot Disinfektan

Kepada seluruh kepala daerah, baik bupati maupun wali kota di Jateng diminta Ganjar untuk berhati-hati dalam memilih istilah kata dalam pengambilan keputusan. Dia meminta untuk tidak menggunakan kata lockdown, karena itu bisa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kalau yang dipakai kata lockdown, wartawan pasti suka kan? Jadi tambah rame seperti ini,” katanya.

Baca juga: Jateng Terima 1000 VTM, Alat yang Langka untuk Mengecek Corona

Apapun itu, Ganjar memberikan apresiasi yang positif terhadap kepala daerah yang merespon kondisi saat ini terkait merebaknya kasus Covid-19. Termasuk yang dilakukan Pemkot Tegal, yang melakukan isolasi terbatas terhadap warganya.

“Kalau ini berhasil, saya akan mendukung penuh. Dan kalau perlu kebijakan serupa akan saya terapkan di daerah lain (di Jateng),” tuturnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER