30 C
Kudus
Sabtu, Februari 29, 2020
Beranda Ekonomi Usaha Pembuatan Gebyok...

Usaha Pembuatan Gebyok Khas Kudus Dirintis Malikan Sejak Masih Lajang

SEPUTARKUDUS.COM, JETIS KAPUAN – Di tepi timur Jalan Kudus-Purwodadi, tepatnya di Desa Jetis Kapuan, Kecamatan Jati, Kudus, tampak sebuah bangunan beratap seng. Di dalam bangunan tersebut terlihat sebuah gebyok melintang serta dua pintu gapura yang dipenuhi ukiran. Tempat itu yakni Gong Sekaten tempat pembuatan rumah adat Kudusan.

Kepada Seputarkudus.com Malikan (52) selaku pemilik Gong Sekaten sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengungkapkan, merintis usaha pembuatan rumah adat pada tahun 1993. Namun sebelum memulai usahanya tersebut dirinya bekerja sebagai tenaga ukir di tempat usaha serupa di Kecamatan Kota, Kudus, selama dua tahun.

Baca juga: Gebyok Khas Kudus Buatan Warga Undaan Tengah Ini Dijual Ratusan Juta

“Setelah dua tahun kerja ikut orang aku memutuskan keluar. Karena aku ingin membuka usaha sendiri agar bisa berdikari dan mandiri. Aku akui saat itu agak nekat karena pada waktu merintis usaha itu aku masih lajang,” ujar pria yang akrab disapa Malik saat ditemui di Gong Sekaten beberapa waktu lalu.

Pria warga Desa Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, Kudus itu menuturkan, merintis usaha saat masih lajang agar nanti saat berkeluarga dirinya sudah mapan. Sejak mulai merintis usaha dan diberi nama Gong Sekaten yang memproduksi rumah adat Kudusan, joglo, gebyok, pintu gapura dan lainnya order selalu berdatangan. Pesanan di antaranya datang dari Bali, Jakarta, Semarang, Jepara hingga Sumatra.

Bahkan kata dia, pelanggannya yang berasal dari Bali merupakan penjual aneka barang antik. Orang Bali tersebut membeli aneka produk dari Gong Sekaten dan kemudian diekspor ke luar negeri. Menurutnya, hampir sebulan sekali dirinya rutin mengirim aneka produk ukiran Gong Sekaten Ke Bali, dan puncaknya saat ada krisis moneter.

“Krismon yang sebagian orang dianggap bencana tapi bagi diriku saat itu malah sebuah berkah. Karena selain permintaan aneka produk ukiran meningkat, harganya juga ikut melambung karena terimbas dengan nilai tukar Dollar terhadap Rupiah,” ungkapnya.

Menurutnya, saat itu dirinya secara rutin mengirim tiga set produk ukiran sebulan. Namun, kata dia, semua perjalanan usaha tidaklah selalu mulus dan pasti ada kendalanya. Pesanan menurun drastis saat Bali ditimpa musibah adanya bom Bali pada tahun 2004. Sejak ada bencana bom tersebut permintaan aneka produk ukiran ke Bali menurun bahkan sangat jarang.

Karena pelanggannya yang dari Bali sudah jarang minta pesanan produk ukiran, kini Malik pun mengandalkan pesanan dari perorangan. Meskipun tidak selancar dulu namun dia tetap bersyukur usahanya masih berjalan dan masih tetap ada order meskipun tidak banyak. Karena menurutnya, banyak temannya yang punya usaha serupa sudah gulung tikar.

“Aku akui keadaan sekarang order turun dan peminat aneka produk ukiran turun drastis. Aku berharap keadaan sulit ini cepat berlalu agar usahaku makin maju, dan mendapatkan banyak pesanan pembuatan produk ukiran,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

20,017FansSuka
13,439PengikutMengikuti
4,320PengikutMengikuti
8,940PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Perajin Miniatur Menara Kudus Kewalahan Penuhi Permintaan Pasar

BETANEWS.ID, KUDUS - Suara mesin kompresor terdengar di sebuah rumah di Desa Bacin RT 08 RW 03, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Seorang...

300 Kontainer Briket Arang Asal Jateng Setiap Bulannya Diekspor ke Penjuru Dunia

BETANEWS.ID, SEMARANG – Dalam sebulan, tidak kurang dari 300 kontainer briket arang asal Jateng diekspor ke berbagai penjuru dunia. Di mana, untuk...

Pelajar MAN 1 Kudus Buat Plastik Bisa Dimakan, Raih Medali Emas di Malaysia

BETANEWS.ID, KUDUS - Dua remaja perempuan mengenakan jilbab berwarna putih tampak sedang membuat edible film di ruangan Labotarorium Kimia, Madrasah Aliyah Negeri...

Tak Patah Arang Kalah Bersaing, Parman Banting Setir dari Usaha Gypsun ke Ornamen Rumah

BETANEWS.ID,KUDUS - Seorang pria mengenakan kaus putih tampak membersihkan tumpukan ornamen yang ada di depan sebuah rumah. Dia yakni Suparman (60), pemilik...

Dimas, Penyandang Down Syndrome Curhat ke Ganjar Soal Potongan Rambutnya

BETANEWS.ID, SEMARANG – Didampingi ibunya, Detty Supriastuti, Dimas Adi Saputra tampak malu-malu saat bertemu orang nomor satu di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo....

Awalnya Produk Spring Bed Rusbandi Sering Ditolak Toko, Sekarang Justru Diburu Konsumen

BETANEWS.ID,KUDUS - Di sebuah halaman sebuah rumah tampak tiga pria sedang memotong dan merakit kayu untuk dibuat kasur. Satu di antaranya yakni...

Ganjar Minta Calon Jemaah Umrah yang Gagal Berangkat Akibat Kebijakan Arab Saudi Tidak Dipungut Biaya Tambahan

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta Kementerian Agama (Kemenag) Jateng gencar melakukan sosialisasi, termasuk memastikan calon jemaah umrah tidak...