31 C
Kudus
Senin, Mei 27, 2024

Wafda Grogi Saat Tampil Bawakan Tari Kretek Saat Ikuti Tingkat Jateng dan DIY

SEPUTARKUDUS.COM, BAE – Puluhan anak terlihat menari di atas panggung aula Taman Budaya Sostrokartono, Kudus. Gerakan mereka mengikuti irama musik gending Jawa yang dibunyikan melalui pengeras suara. Dengan berpakaian adat Kudus, anak-anak yang masih duduk di sekolah dasar (SD) terlihat sangat fasih membawakan tari dalam Lomba Tari Kretek tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) tersebut.

Lomba Tari Kretek tingkat Jateng DIY di Taman Budaya Sosrokartono 2017_4
Lomba Tari Kretek tingkat Jateng DIY di Taman Budaya Sosrokartono. Foto: Imam Arwindra

Peserta yang mengikuti lomba tersebut di antaranya Aulia Wafda Khoirunisa (10), siswa SD IT Faidlurrahman Dawe, Kudus. Dia mengaku grogi saat tampil di depan ratusan orang yang hadir dalam loba Tari Kretek itu. “Tadi gerogi,” ungkapnya sambil tersenyum, usai lomba Sabtu (8/4/2017).

-Advertisement-

Wafda, sapaan akrabnya, menuturkan, dirinya tampil bersama enam temannya yang masih duduk di kelas tiga. Untuk persiapan lomba, dirinya hanya butuh waktu dua pekan. Menurutnya dia sudah terbiasa mengikuti lomba Tari Kretek. “Sudah biasa ikut (lomba Tari Kretek),” ungkapnya sambil menatap wajah ibunya.

Sri Mulyani (33), orang tua Wafda, menuturkan, anaknya memang sudah terbiasa menari sejak masuk SDIT Faidlurrahman Dawe. Bakat tersebut menurutnya terlihat, seiring mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah. Sebagai orang tua, Sri Mulyani mengaku harus mendukung bakat yang sudah melekat pada diri anaknya.

“Kalau saya inginnya itu tahfidz. Kan di sekolahnya juga ada (ekstrakulikuler). Tapi kalau suka menari, ya harus didukung,” ungkap Sri yang rumahnya dekat dengan Pasar Dawe.

Menurutnya, di SD IT Faidlurrahman Dawe, Tari Kretek sudah mulai diajarkan sejak kelas satu. Bahkan menurut di Taman Kanak-kanak (TK) Faidlurrahman juga sudah diperkenalkan. Dirinya optimistis, siswa SD IT Faidlurrahman yang mengikuti lomba kali ini akan mendapatkan juara. “Kalau tingkat Kecamatan Dawe pasti menang. Ini sudah ada delapan piala yang didapatkan,” jelasnya.

Sementara itu, pelaksana Lomba Tari Kretek tingkat Provinsi Jawa Tengah dan DIY, Supriyadi (58) menuturkan, lomba kali ini diadakan Sanggar Seni Puring Sari. Menurutnya terdapat sekitar 80 peserta yang datang dari sejumlah daerah di Jawa Tengah dan DIY. Dijelaskan, kategori yang dilombakan beregu  dan perseorangan.

“Peserta tentu dominasi dari Kudus. Luar Kudus ada dari Yogjakarta, Semarang, Blora, Pati, Wonosobo dan ada yang lainnya,” ungkapnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Supriyadi menjelaskan, dalam pelaksanaan lomba pihaknya membagi beberapa tingkatan yakni SD, SMP, SMA dan umum. “Ada juga peserta dari kampus. UMK (Universitas Muria Kudus), STAIN Kudus dan PGRI Semarang (UPGRIS),” tambahnya.

Menurutnya dalam satu regu terdapat lima sampai sembilan orang yang tampil menari Tari Kretek selama 10 menit. Untuk perseorangan menurutnya sama dengan beregu tampil sekaligus lima sampai sembilan orang. Namun penilaian yang dilakukan juri secara perseorangan.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini muncul bibit-bibit muda yang dapat menjaga tari kretek,” tutur Supriyadi, suami pencipta Tari Kretek, Endang Tonny.

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
137,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER